Bank Sumsel Babel kawal petani akses program "Taxi Alsintan"

Bank Pembangunan Daerah Bank Sumsel Babel mengawal petani di Sumatera Selatan untuk mengakses program “Taxi Alsintan” yang diluncurkan Kementerian Pertanian belum lama ini.

Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel (BSB) Antonius Prabowo di Palembang, Jumat, mengatakan pihaknya akan mendampingi petani untuk memanfaatkan program dengan cara menyediakan layanan pendampingan secara personal di kantor cabang BSB.

“Nanti petani akan dibantu untuk melengkapi data dan persyaratan atau kami kawal,” kata dia.

Baca juga: Pakar harap program Taksi Alsintan diperbanyak ke luar Jawa

Kementerian Pertanian menjalankan program Taksi Alsintan untuk mempercepat mekanisasi dan modernisasi sektor pertanian di Indonesia.

Taxi Alsintan ini bertujuan menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani dan turut mengakselerasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian.

Program ini memberikan bantuan dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengatakan setelah BSB memperoleh data calon debitur maka proses akan dilanjutkan pada pengecekan Sistem Informasi Layanan Keuangan (SLIK) untuk memastikan bahwa calon debitur tersebut bukan penerima KUR atau kredit di bank lain.

Selain itu, pengecekan SLIK ini juga bertujuan memastikan calon debitur tidak memiliki tunggakan kredit.

Jika calon debitur tersebut lolos dari SLIK, ia melanjutkan, maka calon debitur harus melengkapi data-data pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, Surat Menikah (Jika sudah menikah), Surat keterangan usaha dari pemerintah setempat (desa/lurah/kecamatan) termasuk surat penawaran dari penyedia alat alsintan tersebut.

Jika hasil dari analisa BSB layak maka dilanjutkan dengan penandatanganan kredit serta pencatatan pada SIKP (Sistem Informasi Kredit Program).

Baca juga: BNI dukung program Taksi Alsintan perkuat transformasi agrikultur

Plafon maksimal kredit program tersebut yang diberikan maksimal sebesar Rp500.000.000 atau maksimum 80 persen dari harga alsintan per debitur.

Perhitungan plafon kredit disesuaikan dengan harga alsintan dan analisa pemberian kredit yang dilakukan oleh bank.

Terkait uang muka maka terbilang rendah yakni 30 persen dari harga alsintan. Untuk biaya administrasi itu tidak dikenakan oleh perbankan. Adapun, jangka waktu kredit maksimal 60 bulan dan suku bunga KUR sebesar enam persen efektif per tahun.

Hingga saat ini, jumlah petani yang mengajukan KUR alsintan sementara mencapai 15 debitur, karena program Taxi Alsintan ini baru diluncurkan pemerintah.

BSB akan terus melakukan sosialisasi mengenai kemudahan dari fasilitas ini.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya berharap dan akan terus mendorong untuk petani dan pelaku usaha pertanian ikut dalam program Taxi Alsintan (Alat Mesin Pertanian) yakni penyediaan alsintan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menjelaskan program Taxi Alsintan digulirkan agar masyarakat mampu mengadakan alsintan secara mandiri, sehingga tidak lagi tertuju pada bantuan pemerintah melalui APBN.

Melalui program ini, masyarakat bisa memiliki alsintan sendiri atau secara bersama-sama dengan pembiayaan melalui fasilitasi bantuan KUR pertanian, kata dia.