Bank Syariah Indonesia Mulai Mejeng di Semua Kantor Cabang Mulai 1 Februari 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan penggabungan tiga bank syariah plat merah milik negara selesai di bulan ke-11.

Ketua PMO PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi mengatakan tanggal 1 Februari 2021 menjadi puncak penggabungan Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah.

Tiga bank ini kini berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia, Tbk.

"Tanggal 1 Februari ini bank hasil penggabungan resmi berganti nama dengan identitas Bank Syariah Indonesia Terbuka," kata Hery dalam acara Peresmian PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Bank Syariah Indonesia ini pun memiliki logo dengan tanda bintang di sudut akronim BSI. Gambar bintang ini kata dia bermakna, BSI dijalankan dengan landasan pancasila dan 5 rukun islam.

"Logonya memilih bintang sudut 5 yang menggambarkan lima sila pancasila dan 5 rukun islam," kata Hery.

Sampai akhir Desember 2020, Hery mengatakan Bank Syariah Indonesia memiliki aset sebesar Rp 240 triliun. Pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 157 triliun.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul Rp 210 triliun. Bank Syariah Indonesia juga bergerak dengan modal inti sebesar Rp 22,6 trilin.

"Modal inti Rp 22,6 triliun," kata dia.

Selain itu, dari sisi aset, Bank Indonesia langsung berada di posisi ke-7 secara nasional. Bank Syariah Indonesia juga memiliki 1.200 kantor canang yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 20 ribu karyawan.

Anisyah

Merdeka.com

Bank Syariah Indonesia Bawa Multiplier Effect pada Pemulihan Ekonomi

Suasana transaksi perbankan Syariah di BRI Syariah, Jakarta, Kamis (9/2). Sampai akhir 2016 pertumbuhan perbankan syariah mencapai 19,67 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana transaksi perbankan Syariah di BRI Syariah, Jakarta, Kamis (9/2). Sampai akhir 2016 pertumbuhan perbankan syariah mencapai 19,67 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Penggabungan usaha tiga bank syariah milik Himbara ke dalam satu nama dan entitas baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk dinilai akan memberi multiplier effect yang signifikan pada upaya pemerintah memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Direktur PT Anugerah Mega Investama sekaligus dosen FEB Trisakti dan MET Atmajaya, Hans Kwee mengatakan, proses merger bank syariah yang hampir selesai membawa sentimen positif untuk pelaku usaha maupun investor di pasar saham.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, Bank Syariah Indonesia menargetkan pembiayaan yang disalurkan dapat tumbuh di atas 70 persen hingga lima tahun mendatang.

Penggabungan tersebut akan menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dia menjelaskan aksi korporasi ini telah menghasilkan bank syariah dengan produk konsumer yang beragam didukung oleh kemampuan teknologi yang terbaik untuk menyediakan pelanggan dengan pengalaman perbankan digital yang lebih baik.

"Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,80 persen dalam lima tahun mendatang. Total aset hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun," ujar Hery dalam diskusi daring Syariah Economic Outlook: Ekonomi Syariah Indonesia 2021, belum lama ini.

Menurutnya, kapasitas bank anggota merger yang sudah kuat akan melahirkan entitas baru yang lebih tangguh dan berpotensi membawa dampak positif signifikan terhadap pemulihan ekonomi tahun ini.

"Ini sudah sangat bagus merger syariah. Entitas baru ini akan mendapat size yang sangat besar, baik aset maupun cabang plus sumber daya manusia yang sangat berkualitas. Banyak hal yang mereka bisa lakukan untuk pemulihan ekonomi nasional," ujar Hans Kwee di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Dia menjelaskan, entitas hasil merger yang bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dapat secara kuat berkontribusi pada pembiayaan infrastruktur. Peran bank syariah ini juga akan besar dalam menambah dan memperluas pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Di samping itu, Hans Kwee mengatakan potensi penggalangan dana murah dari Bank Syariah Indonesia akan lebih baik. Menurutnya, Bank Syariah Indonesia akan mempunyai saluran global yang mumpuni untuk menggalang dana murah non-kovensional, yang dapat digunakan dalam membiayai berbagai proyek strategis.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menyampaikan merger bank syariah akan membuat aset perbankan syariah menjadi semakin besar. "Bank apapun itu, dia memang harus besar. Ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menciptakan pembiayaan berbiaya lebih terjangkau," ujar Doddy.

Dia menilai entitas baru ini akan memiliki banyak pilihan untuk mengembangkan bisnis ke depan, terlebih karena faktor luasnya jaringan eksisting usaha bank yang terlibat merger yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Proses merger bank syariah milik Himbara telah mencapai tahap akhir, pasca Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRIsyariah Tbk., serta Izin Perubahan Nama dengan Menggunakan Izin Usaha PT Bank BRIsyariah Tbk., menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., sebagai Bank Hasil Penggabungan pada 27 Januari 2021. Sesuai rencana, PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai entitas baru hasil merger tiga bank syariah milik Himbara, akan efektif beroperasi pada Senin, 1 Februari 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: