Bank Turunkan Bunga Kredit, Pemda Diminta Relaksasi Perizinan Properti

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah bank telah menurunkan suku bunga kreditnya guna mendorong pemulihan perekonomian nasional saat ini, salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Penurunan itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dan juga pergerakan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang terus turun ke level 3,5 persen.

Untuk memaksimalkan penurunan bunga kredit itu, Plt Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mendorong Pemerintah Daerah untuk membantu lebih mengairahkan sektor properti. Salah satunya dengan kemudahan perizinan dan penyediaan lahan.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap RI Masuk 5 Besar Negara Pencetak Startup di Dunia

"Jadi upaya menurunkan harga rumah supaya lebih murah dan terjangkau sudah dilakukan. Sementara di daerah memang ada beberapa pekerjaan rumah dari pemda. Menurut kami perlu ada relaksasi perizinan," ujar Nixon di Surabaya, dikutip dari keterangannya, Senin 8 Maret 2021.

Menurut Nixon, relaksasi aturan perizinan sangat penting karena biaya terbesar pembangunan rumah selain material rumahnya serta fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang biayanya dibebankan di harga rumah. Apalagi biaya pengurusan perizinan juga tinggi dan masih banyak yang lambat.

"Jadi kalau ada investor sudah menanamkan dana tetapi perizinannya lama jadi return-nya kecil. Karena kecepatan perizinan penting sekali," tegas Nixon.

Dia menjelaskan, jika relaksasi perizinan itu bisa dilakukan harga rumah lebih murah. Artinya, akan membuat permintaan rumah di masyarakat meningkat dan akhirnya bisa mendorong pemulihan ekonomi secara merata.

"Kalau sektor properti tumbuh maka akan menyumbangkan juga pada pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup siginifikan," jelasnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi peningkatan permintaan perumahan, Nixon mengatakan bahwa BTN telah menyiapkan bisnis proses yang lebih cepat. Selain itu tahun ini BTN menambah kapasitas pembiayaan hingga mencapai 300 ribu.

"Kita sedang mendata bersama pengembang mana yang bisa segera diakadkan. Kita juga rajin turun ke bawah menyerap aspirasi pengembang apa yang bisa kita bantu," tuturnya.