Bansos Mulai Disalurkan Lagi Januari 2020, Ini Rinciannya

Dedy Priatmojo, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah memastikan kembali menyalurkan program bantuan sosial (bansos) tahun 2021. Bansos mulai disalurkan awal pekan Januari tahun 2021.

"Bantuan sosial pada periode 2021 akan berjalan seperti biasa, skemanya juga sama, memang ada beberapa revisi," kata Menko PMK, Muhadjir Effendy, saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Selasa, 29 Desember 2020.

Revisi yang mencakup target penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang pada tahun 2020 ditargetkan 20 juta penerima ternyata hanya tercapai 18 juta penerima. "Kenapa tidak 20 juta? Karena memang target yang dicapai 18 juta, jadi bukan pengurangan," ujar Muhadjir.

Untuk penyaluran skema bansos sembako di wilayah Jabodetabek diubah, dari semula paket sembako menjadi bantuan langsung tunai dan akan diantarkan langsung oleh petugas PT Pos kepada pihak penerima sesuai alamat.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan penyaluran program bansos baik reguler maupun nonreguler akan disalurkan pada awal Januari 2021. Bansos diupayakan cepat disalurkan agar dapat menggerakan ekonomi daerah.

“Saya ingin menyampaikan sesuai instruksi Bapak Presiden bahwa minggu pertama bulan Januari sudah diberikan kepada penerima manfaat bantuan, kenapa demikian, karena itu akan membantu perekonomian di daerah supaya tidak turun dengan perputaran," kata Risma.

Untuk penerima program sembako atau bantuan sosial non tunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta penerima dengan besaran Rp200 ribu per bulan. "Itu akan diberikan mulai Januari sampai dengan Desember (2021)," ujarnya.

Kemudian, untuk bantuan sosial tunai (BST) akan diberikan kepada 10 juta penerima, termasuk di wilayah Jabodetabek. BST ini akan disalurkan oleh PT Pos kepada pihak penerima.

"Penyalurnya PT Pos dan untuk indeks bantuan per bulan Rp300 ribu per penerima manfaat dan itu diberikan pemerintah Januari-Februari-April-Mei, 4 bulan, jadi tidak utuh selama satu tahun seperti PKH," terang Risma.

Selanjutnya, program keluarga harapan (PKH) tahun 2021 sebanyak 10 juta penerima manfaat dengan besaran Rp200 ribu. Penyalur bantuan ini adalah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bantuan ini akan diberikan tiap tiga bulan sekali, dimulai pada Januari 2021.

"Penggunaannya untuk ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas dan lanjut usia. Ini akan diberikan tiap 3 bulan sekali, tahap pertama Januari, April, Juli, Oktober," ungkapnya.

Risma mengingatkan para penerima bansos agar menggunakan dana bansos untuk membeli kebutuhan pokok sesuai kebutuhan. Dana bansos dilarang untuk membeli rokok.

"Kami juga akan lakukan kontrol untuk pembelian. Kami juga akan buatkan edaran belanja apa saja yang bisa digunakan," ujarnya. (ase)