Bantah Klaim Darmizal Soal Jasa Menangkan SBY, Demokrat: Dia Siapa?

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani membantah tudingan Darmizal yang menyebutkan adanya Tim Buser yang bertugas memuluskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya pada 2015. Kamhar sendiri tidak pernah mendengar adanya tim buser.

Menurut Kamhar, apa yang disampaikan oleh Darmizal ini mengada-ada. Darmizal sendiri dinilai terlalu berlebihan memposisikan dirinya atau menempatkan dirinya terkesan sebagai sosok yang penting di Demokrat.

"Apa yang disampaikan sebagai tim buser, kami klarifikasi bahwa tim buser itu sama sekali tidak ada, tidak pernah dibentuk, bahkan tidak pernah kami dengar. Baru kami dengar ini ketika dinyatakan Darmizal bahwa beliau sebagai tim buser untuk memenangkan pak SBY," kata Kamhar kepada Wartawan, Rabu 10 Maret 2021.

"Jadi apa yang disampaikan Darmizal itu pasti sangat berlebihan, dan semua kader juga bertanya-tanya utamanya kader baru di PD. 'Darmizal itu siapa? kok kesannya dibuat ke publik seolah-olah sangat punya jasa besar terhadap PD'. Padahal dia tidak berhadap dengan peristiwa yang berkaitan dengan Demokrat yang bisa di asosiasikan dengan Darmizal dalam hal yang positif," kata Kamhar.

Kamhar menilai aksi Darmizal yang menangis dan mengaku menyesal memenangkan SBY sebagai Ketua Umum DPP Demokrat sebagai dusta dan fitnah. Darmizal bukanlah siapa-siapa dan tidak memiliki jasa memenangkan SBY sebagai Ketua Umum di Partai Demokrat

Menurut Kamhar pada 2015 saat kongres di Surabaya, SBY baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai Presiden. Namun saat itu, segenap kader PD di struktur partai, mulai dari DPC sampai di DPD dan di DPP itu menginginkan SBY untuk melanjutkan kembali kepemimpinannya memimpin PD.

"Semua parpol yang lain juga punya tokoh-tokoh sentral dan tokoh-tokoh sentral inilah yang menjadi Ketum partai politik yang lainnya. Tentunya Partai Demokrat juga punya pandangan yang sama untuk itu," ujar Kamhar.

Seluruh pengurus Partai Demokrat setuju dan menginginkan SBY menjadi Ketua Umum Partai sehingga SBY terpilih secara aklamasi.

"Jadi aklamasinya pak SBY di kongres 4 Surabaya itu adalah aspirasi dari bawah, bottom up dari seluruh kader menginginkan beliau dan alhamdulilah beliau bersedia sehingga bisa di tetapkan secara aklamasi di Kongres Surabaya itu," ujarnya.