Bantai Ratusan Warga Palestina, Jenderal Perang Israel Batal Pensiun

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasca konflik bersenjata 11 hari antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Hamas Palestina berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata, masing-masing pihak mengklaim berhasil merebut kemenangan.

Pemerintah Israel lewat Menteri Pertahanan, Benjamin "Benny" Gantz, memberikan apresiasi kepada Panglima Pasukan Pertahanan Israel, Letnan Jenderal (Rav-Aluf) Aviv Kochavi.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari The Algemeiner, pemerintah Israel resmi memperpanjang masa bakti Kochavi setahun lagi, Kamis 27 Mei 2021. Itu berarti, pria kelahiran Kiryat Bialik 23 April 1964 ini akan tetap menjadi orang nomor satu militer Israel hingga 2022.

Gantz menilai, Kochavi masih menjadi figur yang pas untuk memimpin militer Israel. Penunjukkan anggota Pasukan Penerjun (Paratroop) militer Israel itu adalah jawaban dari berbagai ancaman yang timbul.

"Memperpanjang masa jabatan Kochavi pada saat ini, dengan pergeseran dan tantangan regional di berbagai wilayah sangat penting bagi keamanan Israel," ucap Gantz.

Kochavi resmi menduduki posisi sebagai Panglima Pasukan Pertahanan Israel pada 15 Januari 2019. Saat itu, Kochavi menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Letnan Jenderal Gedi Eizenkot.

Jebolan Akademi Militer Israel 1982 ini memiliki banyak pengalaman tempur. Beberapa diantaranya adalah Perang Lebanon Pertama, Intifada Pertama, Perang Lebanon 2006, hingga Operasi Sabuk Hitam (Operation Black Belt).

Kemudian, Kochavi juga pernah menjadi Direktur Badan Intelijen Militer Israel (2010-2014), Panglima Komando Utara (2014-2017) dan Wakil Panglima Pasukan Pertahanan Israel (2018-2019).

Salah satu yang menjadi tugas utama Kochavi adalah mengawasi program nuklir Iran, dan mencegah Negeri Mullah itu mendapatkan senjata-senjata nuklir. Pasalnya, Iran dianggap Israel sebagai negara ancaman yang ekstensial.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel