Banting Setir Jadi Model Topless, Malah Kena Nyinyir Warganet

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sofya Zhuk telah memilih untuk fokus mengembangkan karier di dunia modeling. Dia tak lagi memikirkan keputusan besar untuk pensiun dari dunia tenis ketika usianya baru 20 tahun.

Sofya membuat keputusan mengejutkan untuk publik. Sebab dia dianggap punya talenta besar untuk masuk dalam jajaran atas petenis dunia.

Pada 2015, nama Sofya melambung karena menjadi juara Wimbledon Junior. Perempuan asal Rusia itu digadang-gadang bakal jadi bintang.

Namun ekspektasi itu tak bisa diwujudkan. Di tingkat senior, petenis yang menimba ilmu di Belgia bersama pelatih Olivier Jeunehomme itu melempem.

Pada 2017 dia tampil di US Open. Langkahnya terhenti di babak pertama. Berlanjut ke Wilmbledon 2018, dan cuma sampai kualifikasi ketiga.

Terhenti di babak pertama juga dia alami ketika ikut serta di French Open 2019. Kemudian dia juga cuma bisa sampai kualifikasi di Australia Open 2018 dan 2019.

Sofya tak mau larut dalam keterpurukan. Dia lantas pensiun dan pindah ke Amerika Serikat untuk jadi model. Tapi apa daya, ketika sosok sebagai petenis masih melekat, dia malah mendapat sambutan negatif.

Semua itu berawal dari unggahannya saat menjadi model topless. Warganet langsung nyinyir kepadanya dan itu benar-benar membuat Sofya terkejut.

"Saat saya mengunggah foto topless itu, saya menerima banyak sekali pesan," ujar Sofya, dikutip dari Marca.

"Mereka sangat agresif. Saya hanya berpikir orang tak bisa menerima saya telah berada di luar tenis. Bahwa saya bisa hidup bahagia tanpa olahraga. Tidak tenggelam dalam depresi," imbuhnya.

Di dunia modeling, Sofya bergabung dengan Elite Model Management Miami. Perusahaan yang terkenal mampu melahirkan model papan atas.