Bantu Korban Bencana NTT-NTB, Kemenkes Bakal Datangkan Dokter dari Daerah Lain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Lewoleba Lembata Untuk membantu korban bencana siklon tropis di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian Kesehatan RI akan mendatangkan dokter dari daerah lain. Sejumlah dokter yang didatangkan nanti, seperti dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, bantuan dokter ke NTT sudah dikoordinasikan melalui Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Ini termasuk bantuan alat kesehatan untuk merawat korban yang mengalami patah tulang.

"Kementerian Kesehatan di bawah pimpinan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes sudah melakukan koordinasi untuk mendatangkan dokter. Sumber dokter dari beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Selatan dan Jawa Timur," kata Doni usai Rapat Terbatas Penanganan Bencana Provinsi NTT dan NTB di Lewoleba Lembata, NTT, Selasa, 6 April 2021.

"Alat-alat untuk merawat pasien patah tulang masih kurang. Kami sudah berkoordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, Surabaya serta Makassar."

Perkembangan terbaru hari ini, 6 April 2021, ada 11 daerah terdampak di NTT dan NTB ada satu terdampak, yakni di Kabupaten Bima. Ke-11 daerah di NTT yan terdampak bencana, antara lain, Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Ngada.

Selanjutnya, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

Adonara dan Lembata Paling Terdampak Bencana Siklon

Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir setelah banjir bandang di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021).  NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, sekitar pukul 01.00 WITA. (AP Photo/Ricko Wawo)
Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir setelah banjir bandang di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021). NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, sekitar pukul 01.00 WITA. (AP Photo/Ricko Wawo)

Untuk data-data korban yang meninggal, kata Doni Monardo sejauh ini ada 81 orang. Namun, data akan terus bergerak dan berubah setiap jam. Korban yang dalam pencarian sekitar 105 orang lainnya.

Lokasi paling parah terdampak bencana adalah Adonara dan Lembata. Di sana masih ada sejumlah korban yang hilang dan belum ditemukan termasuk juga dari kabupaten. Sementara itu, bangunan rusak berat, baik Alor, Lembata, dan Adonara total mencapai mendekati 500 unit.

"Hanya memang dalam catatan di sini yang belum masuk itu Lembata, barusan Pak Bupati mengatakan, rumah rusak berat di Lembata berjumlah 224 unit, yang rusak sedang 15 unit, dan rusak ringan 75 unit,"

"Kemudian di Lembata sendiri ada dua desa yang menjadi terdampak paling besar dan berada di kaki Gunung iIe Lewotolok. Seharusnya dalam beberapa waktu terakhir ini, pemerintah daerah sudah merencanakan merelokasi warga di sana. Namun, karena adanya badai siklon akhirnya menjadi terdampak paling banyak."

BNPB bersama Kementerian PUPR akan merancang agar masyarakat dan warga yang ada di kawasan kaki Gunung Ile Lewotolok bisa direlokasi.

Upaya penanganan bencana, ada tim gabungan dari Kementerian Sosial dan TNI Polri telah membangun dapur lapangan di hampir semua titik lokasi terdampak. Diharapkan tidak ada masyarakat yang tidak mendapatkan pasokan logistik.

Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina

Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Menarik Berikut Ini: