Bantu Kurangi Sampah Plastik Hanya Bermodal Jempol

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sudahkah Anda mengambil bagian dalam mengurangi sampah plastik? Medium keikutsertaannya bisa dalam berbagai cara, salah satunya hanya bermodal jempol.

Melalui program donasi #BerbagEATSBerjamaah, berdasarkan keterangan pers pada Liputan6.com, baru-baru ini, Traveloka melalui salah satu unit bisnisnya, Traveloka Eats, berkolaborasi dengan Siklus Refill untuk mendukung keberlangsungan lingkungan dengan mengurangi sampah plastik.

Caranya gampang. Anda tinggal like, comment, dan share foto unggahan akun Traveloka Eats di Instagram hingga Senin, 31 Mei 2021. Setiap like, comment, dan share yang terkumpul nantinya dikonversi jadi voucer Siklus Refill untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga bagi mereka yang membutuhkan di Jakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan Manggarai, Bukit Duri, dan Menteng Atas.

Siklus Refill merupakan startup yang memperkenalkan solusi teknologi isi ulang produk kebutuhan rumah tangga tanpa kemasan guna mengurangi sampah plastik. Stephen Kohar, Head of Traveloka Eats, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu langkah pihaknya mengedukasi pentingnya menjaga lingkungan.

Itu bisa dimulai dari mengurangi konsumsi kemasan plastik sekali pakai yang banyak digunakan untuk produk-produk kebutuhan rumah tangga. "Berdasarkan studi yang dirilis LIPI, ditemukan bahwa terdapat peningkatan signifikan jumlah sampah plastik selama pandemi COVID-19, terutama di wilayah Jabodetabek," tuturnya.

"Hal inilah yang melandasi Traveloka berkolaborasi dengan Siklus Refill untuk program #BerbagEATSBerjamaah, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan wadah isi ulang untuk pemenuhan kebutuhan harian," kata Stephen.

"Kami juga turut mengajak konsumen dan pengguna media sosial untuk turut berpartisipasi dalam inisiatif ini, karena kami percaya bahwa ini merupakan isu yang harus ditanggulangi bersama-sama," imbuhnya.

Sementara itu, Siklus Refill telah konsisten menyediakan alternatif produk rumah tangga berkemasan plastik multilayer dan mengedukasi dampak negatif sampah rumah tangga sejak 2019. Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, Siklus Refill menyediakan produk-produk kebutuhan rumah tangga, seperti sabun, sampo, sabun cuci piring, dan minyak goreng dalam bentuk isi ulang literan, sehingga dapat mengurangi konsumsi kemasan plastik.

Detail Konversi

Ilustrasi sampah plastik. (dok. Unsplash.com/Markus Spiske @markusspiske)
Ilustrasi sampah plastik. (dok. Unsplash.com/Markus Spiske @markusspiske)

Terkait kolaborasi tersebut, Laksamana Sakti, Head of Business and Operations Siklus Refill, mengatakan, "Kami senang sekali dapat berkolaborasi dengan Traveloka Eats dalam program #BerbagEATSBerjamaah."

"Inisiatif ini tak hanya mendorong masyarakat membantu sesama dengan langkah mudah, tapi juga dapat meningkatkan kesadaran bahwa banyak cara yang dapat digunakan untuk mengurangi sampah plastik, dimulai dari kehidupan keseharian kita," imbuhnya.

Detail teknis donasinya, yaitu, pertama, buka akun Instagram Traveloka Eats @travelokaeats, pilih foto unggahan dengan tagar #BerbagEATSBerjamaah, dan tulis ide di kolom komentar terkait cara kreatif menggunakan kembali kemasan dari layanan pesan antar makanan.

Kemudian, tag tiga teman dan @siklusrefill. Tekan tombol 'Like' atau 'Suka' pada unggahan tersebut. Sebarkan atau repost foto unggahan tersebut pada Instagram Story dengan tag akun @travelokaeats dan @siklusrefill, pastikan bahwa akun bersifat publik atau tidak privat.

Detail konversi untuk setiap partisipasi, yakni Comment Rp10 ribu, Like Rp2 ribu, dan Repost Rp4 ribu.

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel