Bantu Penanganan Covid-19, Indonesia Bakal Kirim Bantuan Tabung Oksigen ke India

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustri (Kemenperin) mengatakan Indonesia berencana untuk mengirimkan bantuan tabung oksigen ke India. Hal ini dalam rangka mendukung Penanganan kasus Covid-19 yang tengah melonjak di Negeri Bollywood tersebut.

“Kita dalam proses kajian. Karena ada kasus COVID-19 yang melonjak. Ada pertimbangan kemanusiaan,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri dikutip dari Antara, Senin (27/4/2021).

Febri menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan inisiatif dari Kementerian Perindustrian karena melihat lonjakan kasus yang dialami India.

Kendati demikian, Kemenperin akan mempertimbangkan berbagai aspek untuk merealisasikan rencana tersebut.

Menurut Febri, kapasitas produksi gas oksigen di Indonesia mencapai 650 juta ton per tahun, sementara 300 juta ton terintegrasi dengan pengguna.

Adapun utilitas produksi gas oksigen saat ini mencapai 80 persen, namun sangat tergantung dengan lokasi.

"Tentu saja kebutuhan dalam negeri akan menjadi pertimbangan utama. Untuk itu kami sedang mengkaji rencana tersebut,” tukas Febri.

Delhi Krisis Oksigen Akibat Lonjakan COVID-19 di India

Seorang pasien menerima oksigen di dalam mobil yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah Sikh, di New Delhi, 24 April 2021. Banyak kota di India kewalahan oleh pasien yang mengakibatkan kekurangan tempat tidur rumah sakit dan oksigen yang menyebabkan ribuan kematian. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Seorang pasien menerima oksigen di dalam mobil yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah Sikh, di New Delhi, 24 April 2021. Banyak kota di India kewalahan oleh pasien yang mengakibatkan kekurangan tempat tidur rumah sakit dan oksigen yang menyebabkan ribuan kematian. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

Sebelumnya, sebanyak enam rumah sakit di ibu kota Delhi, India, melaporkan kekurangan stok oksigen di tengah tsunami COVID-19. Sejumlah pasien lantas meninggal karena kehabisan oksiten.

Menurut laporan BBC, Jumat (23/4/2021), pasokan oksigen di rumah sakit-rumah sakit lain juga tersisa untuk beberapa jam saja. Ruang ICU di Delhi sudah 99 persen penuh.

Para pejabat berwenang di negara-negara bagian India juga sudah mulai mencegah tanki oksigen dikirim ke daerah lain. Ada pula laporan penimbunan oksigen oleh oknum-oknum tertentu.

Salah satu politisi India, Saurabh Bharadwaj, turut mengalami kesulitan oksigen di India. Ia sendiri juga dirawat akibat COVID-19 dan di tempat perawatannya hanya tersisa tiga jam pasokan oksigen.

"Banyak orang-orang yang bergantung pada okisgen dan tanpa oksigen orang-orang ini akan mati seperti ikan yang mati karena tidak ada air," ujarnya.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus COVID-19 di India telah mencapai 15,9 juta kasus. Kasus di Delhi mencapai 930 ribu kasus dan 12 ribu meninggal.

127 WN India Masuk Indonesia dari Soetta, Kemenkes: Semua di Hotel Karantina

Seorang pasien COVID-19 menerima oksigen di dalam mobil yang disediakan oleh Gurdwara, rumah ibadah Sikh, di New Delhi, India, 24 April 2021. Gelombang pandemi kedua telah melanda India dengan sangat dasyat dan menyebabkan lonjakan harian lebih dari 300.000 kasus. (AP Photo/Altaf Qadri)
Seorang pasien COVID-19 menerima oksigen di dalam mobil yang disediakan oleh Gurdwara, rumah ibadah Sikh, di New Delhi, India, 24 April 2021. Gelombang pandemi kedua telah melanda India dengan sangat dasyat dan menyebabkan lonjakan harian lebih dari 300.000 kasus. (AP Photo/Altaf Qadri)

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Banget Saragih, M.Epid mengatakan, sejumlah 127 warga negara asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia, Rabu (21/4/2021) petang melalui bandar udara Soekarno-Hatta.

Diketahui para warga negara India itu datang menumpang pesawat charter dengan penerbangan langsung dari Hindustan.

"Penumpangnya sebanyak 132 orang, 127 itu adalah WNA India. Nah, 5 warga negara Indonesia," tutur Benget saat dihubungi oleh Liputan6.com, Kamis, 22 April 2021.

"Semua masuk ke Indonesia dengan ada KITAS," lanjutnya.

Adanya kartu izin tinggal terbatas (KITAS) itu memungkinkan warga negara asing untuk masuk ke Indonesia. Selain itu, Benget mengatakan, semua penumpang telah membawa hasil RT-PCR negatif valid dari negara asal.

Meski demikian, Benget menyebut, pihaknya tetap mewaspadai kedatangan 127 WNA mengingat kasus harian COVID-19 di India tengah tinggi serta ditemukan varian baru B1617. Terlebih saat ini Pemerintah juga tengah memberlakukan pembatasan mudik jelang Lebaran.

"Ini menjadi perhatian kami. Sehingga kami kemarin memberlakukan semua warga negara yang datang dari India mendapat pengawasan tanda gejala dan pengukuran suhu dengan ketat di bandara, termasuk memberikan mengisi kartu kewaspadaan kesehatan," jelas Benget.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: