Bantu Pengungsi Rohingya Kabur dari Penampungan, 3 Warga Bireuen Ditangkap

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga warga Kabupaten Bireuen, Aceh, ditangkap polisi karena diduga membantu pengungsi Rohingya kabur dari penampungan sementara di gedung serbaguna Kantor Camat Jangka. Mereka dibayar untuk membawa para pengungsi itu ke Langsa.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, mengatakan tiga orang itu diciduk pada Minggu (17/4). Ketiganya yakni: SR (35), FA (28), dan BRH (30). Seorang di antaranya diduga relawan di penampungan pengungsi.

"Berdasarkan pemeriksaan singkat, para pelaku mengaku dibayar Rp2 juta per imigran untuk membawanya ke Langsa. Sesampai di Langsa, ada agen lain yang akan melanjutkan pelarian para imigran ke Medan, Sumatera Utara," kata Kombes Pol Winardy, Senin (18/4).

Beraksi saat Sahur

Dia menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi bahwa ada tiga pengungsi Rohingya kabur pada saat pembagian nasi sahur.

Petugas pengamanan lantas menelusuri jejak mereka. Sekitar 300 meter dari penampungan, petugas menemukan dua mobil Toyota Avanza. Di dalamnya ditemukan 4 pengungsi Rohingya, yakni Mhd Ismail (19), Mhd Rizwan (12), Nurlami (18), dan Suhel (19).

"Mereka sempat berupaya kabur, namun karena kesiapsiagaan petugas, ketiga pelaku warga Bireuen dan empat Rohingya itu berhasil kami amankan," ujar Winardy.

Saat ini para pelaku dan pengungsi Rohingya yang hendak kabur mendekam di Mapolres Bireuen. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan 3 unit handphone, dua mobil, dan dompet. Sementara dari pengungsi Rohingya diamankan 2 unit handphone. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel