Bantu Tangani Covid-19, 40 Ton Alkes dan APD dari Pengusaha China Tiba di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 40 ton bantuan alat medis dan Alat Pelindung Diri (APD) dari para pengusaha Cina tiba di Indonesia pada Jumat (27/3/2020).

Bantuan alat medis tersebut diterima langsung Sekretaris Menko Maritim Agus Purwoto di gudang Angkasa Pura (AP) Kargo 530, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Bantuan tersebut berasal dari donasi kemanusiaan yang diberikan oleh pengusaha Cina yang memiliki investasi di Indonesia. Dibawa dari negara asalnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777 dan tiba pada pukul 01.40 dini hari.

Sekretaris Menko Maritim Agus Purwoto yang menerima langsung bantuan tersebut mengatakan, penyerahan bantuan tersebut terealisasi berkat adanya kerja sama antara sejumlah instansi dan kementerian yang ada. Termasuk juga dari sejumlah perusahaan swasta dari Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia.

"Para investor tersebut adalah perusahaan yang berinvestasi di Indonesia, seperti di Morowali, Kendari, Konawe, dan sekitarnya. Bergerak di bidang seperti nikel," jelasnya.

Pada tahap awal, bantuan berupa alat kesehatan yang berjumlah 40 ton itu baru diserahkan sebanyak 20 ton saja. Sisanya akan dikirim lagi ke Indonesia pada Sabtu, 28 Maret 2020. Hal itu lantaran pengangkutannya yang terpisah, karena ada beberapa alat kesehatan yang tidak dapat digabungkan dengan alat lainnya.

"Untuk saat ini ada alat medis yang terdiri atas set kit, tes kit untuk Covid-19, masker N95, masker bedah, hingga alat-alat APD seperti baju, kacamata, sarung tangan dan sebagainya," jelas Agus.

 

Disebar ke Daerah-Daerah

ilustrasi virus corona covid-19/copyright by diy13 (Shutterstock)

Menurut dia, bantuan tersebut akan diserahkan untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Serta bantuan itu akan didistribusikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke seluruh Provinsi yang membutuhkan yang sudah dipetakan skala prioritasnya.

"Saat tiba ini hanya sehari di gudang BNPB untuk pendataan saja, setelah itu langsung didistribusikan," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: