Bantu Tingkatkan Ekonomi Daerah, LinkAja Gandeng Pemda Yogyakarta

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi aplikasi LinkAja. (Foto: LinkAja)
Ilustrasi aplikasi LinkAja. (Foto: LinkAja)

Liputan6.com, Jakarta - LinkAja memperluas kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui inovasi ekonomi digital. Sebelumnya, LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 50 Pemda di seluruh Indonesia.

Kerja sama itu diresmikan melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian Daerah Melalui Inovasi Teknologi Digital, yang ditandatangani oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja, yang berlangsung di Gedhong Pracimosono Hall Sisi Timur Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta.

Kerja sama ini disebut sebagai komitmen LinkAja kepada Pemda maupun masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan layanan keuangan digital di enam sektor yang menjadi pilar ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Enam pilar itu adalah sektor digitalisasi pajak dan retribusi, UMKM dan pasar, area wisata, transportasi, pendidikan, dan retail lokal. Tujuan kerja sama ini untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui inovasi ekonomi digital.

Ruang lingkup dari kerja sama ini antara lain: penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka literasi dan inklusi keuangan melalui pemanfaatan inovasi teknologi digital, penelitian dan pengembangan berkelanjutan di bidang transaksi keuangan secara digital.

Termasuk di dalamnya pengembangan digitalisasi ekosistem syariah, serta pemanfaatan data dan informasi hasil inovasi teknologi digital dalam penyelenggaraan Pemerintahan sesuai kesepakatan bersama.

Pernyataan Gubernur DIY

"Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Fintek Karya Nusantara (LinkAja) yang telah bekerjasama dengan kami dalam memberikan kemudahan pelayanan publik melalui pemanfaatan inovasi ekonomi digital," ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ia mengatakan, solusi inovasi ekonomi digital juga mampu mendukung peningkatan pendapatan daerah seperti dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah secara daring, serta realtime kapan dan dimana pun.

"Digitalisasi pembayaran juga bisa membantu operasional pemerintah daerah dengan lebih efisien karena sudah terhubung dengan teknologi," kata Sri Sultan.

Pernyataan LinkAja

"Kerjasama strategis ini diharapkan dapat mempercepat perluasan digitalisasi transaksi, guna mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di area Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, yang merupakan komitmen kami sebagai uang elektronik nasional," kata Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja.

Kerja sama ini, menurut Haryati, juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi secara digital. Hal ini terutama dibutuhkan dalam masa pandemi untuk memutus penyebaran Covid-19.

Untuk mempermudah kehidupan sehari-hari warga Yogyakarta dan sekitarnya dalam bertransaksi, LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja telah dapat digunakan sebagai metode pembayaran di lebih dari 52.000 mitra.

Mitra-mitra itu diantaranya pasar Beringharjo dan pasar Kranggan, area wisata (Taman Wisata Candi Prambanan, Candi Borobudur, Ratu Boko, dan Kebun Binatang Gembira Loka), serta berbagai macam transportasi lokal seperti Trans Jogja, Joglosemar, Pramex, dan Damri.

Selain itu juga di institusi Pendidikan yakni FEB UGM, STIPRAM, Pondok Pesantren Al-Kandiyas, danPesantren Media Terpadu Darul Qur’an, lalu pusat kuliner dan oleh-oleh (Bakpia Kukus Tugu, Kenes Bakery, Kopi Klotok, Waroenk Special Sambal, Hamzah Batik), pajak dan retribusi di lima kota dan kabupaten (Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo), serta ritel modern (Mirota, Gardena, DM Swalayan, dan Pamela Swalayan).

(Din/Why)