Bantu UMKM bertahan saat pandemi, pemerintah maksimalkan KUR

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah terus memaksimalkan peran kredit usaha rakyat (KUR) untuk membantu UMKM bertahan saat pandemi COVID-19.

"Arahan Bapak Presiden, anggaran KUR ini ditingkatkan dan saat ini sudah ditingkatkan dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun dengan bunga tiga persen," kata Menko Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menko Airlangga menyebut KUR sekaligus untuk meningkatkan produktivitas UMKM agar bisa naik kelas dan go digital.

Selain bunga KUR sebesar tiga persen hingga 31 Desember 2021, pemerintah juga memberikan kebijakan penundaan angsuran pokok KUR dan relaksasi ketentuan KUR berupa perpanjangan jangka waktu serta penambahan limit plafon KUR yang diberikan kepada penerima KUR terdampak pandemi COVID-19.

Hingga 13 September 2021, KUR telah disalurkan sebesar Rp179,54 triliun kepada 4,77 juta debitur, sehingga penyaluran KUR telah mencapai 63 persen dari target pada 2021 dengan non performing loan tetap terjaga di 0,99 persen.

Airlangga saat kegiatan penyaluran KUR dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Pekalongan, Kamis (16/9/2021), secara simbolis menyerahkan KUR kepada 17 debitur KUR BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Jateng, BSI, dan Kospin Jasa dengan nilai Rp3,17 miliar.

Debitur yang hadir diwakili oleh pelaku usaha batik, pertanian, perkebunan, peternakan, konveksi, kerajinan, pedagang sayur dan ayam. Airlangga juga sempat berdiskusi secara langsung kepada sembilan penerima manfaat KUR yang menampilkan produk usahanya dalam booth UMKM.

"Saya mengapresiasi peran perbankan yang telah menyalurkan KUR dengan sangat baik. Penyalurannya tinggi sekaligus penyaluran bantuan pendampingannya juga tinggi. Semoga ini bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat bisa sejahtera," ujar Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir dalam kesempatan tersebut melaporkan perkembangan KUR di Provinsi Jawa Tengah sejak Januari 2021 sampai dengan 13 September 2021 yang telah mencapai Rp32,08 triliun dan diberikan kepada 930.478 debitur.

"Proses penyaluran KUR di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2021 sebesar 49,69 persen ada di sektor perdagangan, disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 24,39 persen dan jasa-jasa sebesar 12,92 persen," kata Iskandar.

Sedangkan untuk Kota Pekalongan, penyaluran KUR sejak Januari 2021 hingga 13 September 2021 telah mencapai Rp192,95 miliar yang diberikan kepada 5.598 debitur. Secara persentase tersebar ke beberapa sektor yaitu sektor perdagangan sebesar 56 persen, sektor industri pengolahan 23,72 persen dan jasa-jasa sebesar 17,27 persen.

Adapun dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Menko Airlangga juga menyaksikan penyaluran bantuan pemberdayaan pesantren berupa bantuan untuk pembangunan dan renovasi program kemitraan Eureka Mart yang dikelola pesantren. Bantuan pemberdayaan tersebut disalurkan bagi 10 pesantren dengan masing-masing menerima Rp200 juta. Melalui bantuan tersebut, pesantren diharapkan bisa melahirkan para santri yang mandiri dan berjiwa usaha.

Bantuan berupa kartu santri dari PT Telkom juga diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren. Selain untuk mendukung administrasi, monitoring, dan transaksi santri, adanya kartu santri ini juga berdampak kepada UMKM dengan adanya ekosistem ekonomi digital terintegrasi yang telah didesain di dalamnya.

Baca juga: Realisasi KUR capai Rp176,92 triliun per 6 September 2021
Baca juga: Menko Perekonomian minta gubernur-wali kota dorong pertumbuhan KUR
Baca juga: Airlangga targetkan porsi kredit UMKM capai Rp2.400 triliun pada 2024

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel