Bantu UMKM, Pinky Movement Pertamina Siapkan Rp200 Juta Per Usaha

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Pertamina hingga pertengahan November 2020 telah menyalurkan pembiayaan Rp30 miliar pada program Pinky Movement untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Hingga 2023, program ini ditujukan melahirkan UMKM yang berdaya saing tinggi, tangguh, dan mandiri.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari, mengatakan, Pertamina sebagai BUMN memiliki program kemitraan guna meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan dampak berganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pada masa pandemi COVID-19, saat usaha UMKM mengalami kemunduran, Pertamina melakukan berbagai upaya agar UMKM binaan dapat bertahan selama pandemi untuk dapat menghasilkan UMKM binaan Pertamina yang berdaya saing tinggi, tangguh dan mandiri,” kata Heppy dalam keterangannya, Rabu 18 November 2020.

Ia menuturkan, selama pandemi banyak mitra binaan terkena imbas usahanya. Namun, tidak sedikit pula UMKM mitra binaan Pertamina yang justru mendapat untung berlipat ganda di kala pandemi.

Selain itu, banyak UMKM yang akhirnya adaptif dengan kondisi pandemi, beberapa di antaranya memiliki usaha yang bergerak di pembuatan minuman herbal instan maupun industri kerajinan atau kain konveksi yang beralih untuk memproduksi masker, hand sanitizer, APD, dan minuman herbal.

“Bagi UMKM yang adaptif ini, penjualan produknya meningkat seiring kenaikan permintaan selama pandemi. Banyak orang mencari minuman herbal untuk meningkatkan imun tubuh serta masker kain maupun APD mencegah virus COVID-19,” ungkap Heppy.

Sementara itu, Pinky Movement merupakan program pinjaman modal usaha, yakni kepada UMKM outlet LPG untuk mengembangkan bisnis dengan menjual LPG nonsubsidi. Bisa juga UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG nonsubsidi maupun UMKM kuliner yang ingin mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan LPG nonsubsidi.

Program Pinky Movement telah menyasar setidaknya 2.000 outlet dan 100 usaha kecil pengguna LPG subsidi. Program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan, atau kini dikenal sebagai Creating Shared Value.

“Pertamina menawarkan pembiayaan pinjaman murah kepada UMKM yang memiliki usaha penjualan LPG atau usaha lainnya di bidang kuliner dan berniat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan LPG nonsubsidi,” kata Heppy.

Selain memberikan modal maksimal sebesar Rp200 juta per UMKM mitra binaan, Pertamina juga memberikan pembinaan kepada UMKM binaan.

Vice President CSR and SMEPP Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan, peta jalan pembinaan kepada mitra binaan dimulai dari kondisi tradisional UMKM, Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.

“Kami juga memiliki delapan program unggulan UMKM naik kelas,” kata Arya.

Kedelapan program unggulan tersebut adalah Pertamina UMKM Academy; sertifikasi dan perizinan; display product SME di bandara, lobi hotel, dan rumah BUMN Pertamina; E-learning; publikasi UMKM; penjualan UMKM melalui e-commerce; Katalog Pertamina SME 1000, dan Exhibition/virtual exhibition.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, memberikan dukungan terhadap program kemitraan Pertamina yang menyasar UMKM. Namun, dia mengingatkan agar program yang dijalankan tersebut harus diikuti dengan sosialisasi dan pendekatan yang intensif dengan UMKM.

“Program bagus tentu kami dukung yang penting implementasinya,” kata Arifin. (art)