Bantu Warga Terdampak Virus Corona, Sriwijaya Air Kirim Masker dan Protective Clothing ke Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus corona hingga kini menyebabkan 364 kematian dan sudah menyebar ke-27 negara di dunia. Bahkan, seorang pasien di antaranya meninggal di luar Tiongkok, yakni di Filipina.

Berbagai langkah pencegahan dan penanganan pun dilakukan demi menghindari jatuhnya jumlah korban lebih banyak. Selain meningkatkan imunitas tubuh, cara pencegahan lainnya adalah dengan memakai masker.

Khusus di wilayah Wuhan dan sekitarnya, dampak dari penghentian segala aktivitas masyarakat membuat persediaan masker menjadi sangat minim. Berangkat dari keadaan tersebut, Sriwijaya Air lewat donasi para mitra mengirimkan bantuan berupa 15.000 masker dan protective clothing yang telah dikirimkan ke berbagai rumah sakit di Wuhan pada 31 Januari 2020 lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Senin (3/2/2020), Capt. Cecep Cahyana selaku Quality, Safety & Security Director of Sriwijaya Air menerangkan bahwa pengiriman bantuan masker dan protective clothing ke Wuhan melalui Bandara Wenzhou di Provinsi Zhenjiang, Tiongkok, merupakan inisiatif para mitra strategis.

Pesawat yang digunakan untuk mengirimkan bantuan itu adalah pesawat Sriwijaya Air SJ1044 yang berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

"Pengiriman bantuan ini juga turut diiringi harapan dan doa agar kondisi Wuhan dapat pulih dan masyarakatnya bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala," katanya.

Usai penerbangan itu, pesawat Sriwijaya Air kembali ke Indonesia pada hari yang sama. Pesawat juga sudah menjalani sterilisasi sesuai prosedur yang berlaku.

 

Batik Air Disterilisasi

Pesawat Batik Air Airbus 330-300CEO menjalani proses sterilisasi usai membawa 238 WNI dari Wuhan, China, Minggu (2/2/2020). (Ist)

Tindakan yang sama juga diambil Batik Air, maskapai yang mengangkut 238 orang WNI dari Wuhan, Tiongkok, pada Sabtu malam, 1 Februari 2020. Pesawat Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY itu pada Minggu, 2 Februari 2020, menjalani fase pengerjaan yang meliputi pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Batik Air bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, TNI Angkatan Udara, pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) member of Lion Air Group dan pihak terkait, dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar operasional.

Pesawat Batik Air Airbus 330-300CEO disemprot cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus dan lainnya oleh KKP yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat.

Setelah pesawat disterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk mengganti HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter, yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat.

Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, dikarenakan sistem HEPA sangat efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat. Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar.

Setelah dinyatakan steril oleh KKP, Airbus 330-300CEO ditarik ke hangar Batam Aero Technic untuk tahapan jadwal perawatan pesawat berkala (schedule maintenance). "Batik Air mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerjasama dan bantuan dari KKP, TNI Angkatan Udara, pengelola bandar udara, Batam Aero Technic serta berbagai pihak sehingga proses hari ini berjalan lancar," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: