Bantuan Internasional Tiba di Pakistan untuk Korban Banjir Terparah dalam Sejarah

Merdeka.com - Merdeka.com - Bantuan internasional hari ini tiba di Pakistan saat militer dan sukarelawan berjuang untuk mengevakuasi ribuan orang yang terdampak oleh banjir yang telah merenggut lebih dari 1.000 jiwa.

Dikutip laman Associated Press, Senin (29/8), pesawat kargo dari Turki dan Uni Emirat Arab menjadi awal datangnya bantuan untuk Pakistan dengan membawa tenda, makanan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Truk-truk pengangkut tenda, makanan, dan air yang diatur oleh Pakistan juga diberangkatkan ke berbagai bagian negara itu oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk puluhan ribu korban banjir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggalang seruan internasional untuk korban banjir Pakistan pada Selasa di Islamabad.

Perdana Menteri Shabaz Sharif hari ini mengatakan musim hujan ini adalah yang terparah yang pernah terjadi di Pakistan dalam tiga dasawarsa.

"Saya melihat air banjir di mana-mana, ke mana pun saya pergi dalam beberapa hari terakhir dan bahkan hari ini," kata Sharif di Charsadda, salah satu kota yang hancur.

Sejauh ini, hujan muson yang sangat deras yang memicu banjir bandang di seluruh negeri berdampak pada 33 juta warga Pakistan, merusak hampir 1 juta rumah dan menewaskan sedikitnya 1.061 orang.

Pihak berwenang Pakistan mengatakan kehancuran tahun ini lebih buruk daripada tahun 2010, ketika banjir menewaskan 1.700 orang. Jenderal Qamar Javed Bajwa, kepala militer negara itu, kemarin mengatakan negaranya mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Dia mengimbau warga Pakistan yang tinggal di luar negeri untuk bermurah hati menyumbang kepada para korban banjir.

Banjir dan hujan telah menyebabkan kehancuran di Pakistan pada saat negara itu menghadapi salah satu krisis ekonomi terburuk.

Pakistan dan IMF awalnya menandatangani perjanjian bailout pada 2019. Tetapi pelepasan tahap USD 1,7 miliar telah ditahan sejak awal tahun ini, ketika IMF menyatakan keprihatinan tentang kepatuhan Pakistan terhadap persyaratan kesepakatan di bawah pemerintahan mantan Perdana Menteri Imran Khan.

Khan juga diperkirakan akan meluncurkan kampanye penggalangan dana Senin malam untuk korban banjir.

Pekan lalu, PBB dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka telah mengalokasikan USD 3 juta untuk badan-badan bantuan PBB dan mitra mereka di Pakistan untuk mengatasi banjir, dan uang ini akan digunakan untuk kesehatan, gizi, ketahanan pangan, dan layanan air dan sanitasi di daerah yang terkena dampak banjir, dengan fokus pada yang mereka yang paling rentan.

Musim hujan parah yang belum pernah terjadi telah mempengaruhi keempat provinsi di negara itu. Banjir menghancurkan lebih dari 150 jembatan dan banyak jalan hanyut, membuat operasi penyelamatan menjadi sulit. Pihak berwenang mengatakan mereka menggunakan pesawat militer, helikopter, truk dan kapal untuk mengevakuasi orang-orang di lokasi terdampak.

Pemerintah telah mengerahkan setidaknya 6.500 tentara untuk membantu otoritas sipil dalam operasi penyelamatan dan bantuan di seluruh negeri.

Sharif mengatakan pemerintah akan menyediakan perumahan bagi semua orang yang kehilangan rumah mereka.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]