Bantuan Keluarga dan Orang Sekitar Penting dalam Atasi COVID-19

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Memiliki momongan menjadi momen yang paling membahagiakan bagi setiap pasangan suami istri. Di momen tersebut baik suami maupun istri ingin selalu menikmati waktu bersama dengan sang buah hati.

Namun, tidak demikian dengan Putra, salah satu pekerja di bidang transportasi. Sebab, dua bulan pasca, Nita Amandita sang istri melahirkan putra pertamanya, dia dinyatakan positif COVID-19. Diceritakan Putra, dirinya dinyatakan positif pada 25 September lalu.

"September kemarin, sempat demam sama batuk selama seminggu," kata dia kepada VIVA.co.id, belum lama ini.

Dijelaskan Nita, sang suami cukup aktif bertemu sejumlah orang karena pekerjaannya, meski begitu, sang suami merupakan orang yang kurang aware untuk menjaga diri selama pandemi COVID-19. Dia juga mengaku sempat memasrahkan diri jika dia akan terkena COVID-19.

Mendapati gejala tersebut, dirinya melakukan swab test. Hal ini juga didorong oleh peraturan kantornya yang mana setiap karyawan yang merasa demam harus melakukan swab test sebelum masuk kantor.

"Langsung besoknya positif dan telepon istri. Istri langsung ngungsi ke rumah mertua, karena saya juga disarankan isolasi mandiri sama dokter karena gejalanya ringan," kata Putra.

Putra pun menjalani isolasi mandiri selama dua pekan. Menjalani masa isolasi juga menjadi momen yang tidak mudah baginya karena harus berpisah dengan sang istri dan anaknya yang baru berusia kurang dari dua bulan.

Selama masa isolasi itu juga dia mengaku sadar dan merasa bersalah kepada anak dan istrinya. Dijelaskan sang istri, Putra bahkan sempat memintanya untuk menjaga putranya itu.

Diakui, Nita dirinya sempat cemas saat mengetahui sang suami dinyatakan positif COVID-19. Meski begitu, sang istri selalu memberikan support kepada sang suami untuk menjalani perawatan meski mereka berada di rumah berbeda. Ini penting, sebab dia mengaku jika dia panik sang suami juga bisa panik dan akan mempengaruhi kondisi kesehatannya.

"Worrried pasti ada. Cuman saya positif thinking aja. Saya yakin dia kuat dan insya Allah sembuh," jelas dia.

Sang istri mengaku hanya bisa memberikan support telefon, dan meminta pihak perusahaan tempat dia dan suaminya bekerja untuk selalu memonitor sang suami.

"Saya selalu video call kadang suka bercandain 'makanya jangan sombong siapa aja bisa kena' sambil ketawa-ketawa. Saya juga juga selalu ngepush kadep HC di kantor untuk tolong diurus," jelas dia.

Tidak hanya itu saja, Nita juga mensupport sang suami dengan mengiriminya sejumlah makanan ke kediamannya. Ditambah juga dengan sejumlah suplemen di luar obat-obat yang diberikan oleh dokter.

"Support susu, youghurt, suplemen sama makanan bergizi tiap hari dikirim ke rumah, selain dia konsumsi 9 jenis obat dari dokter," kata Nita.

Bantuan Dari Orang Sekitar

Bukan hanya bantuan dan dukungan dari keluarga, prang sekitar juga punya andil dalam mengatasi COVID-19. Salah satunya seorang pengusaha muda asal Palembang, Suhendro SE MM.

"Kalau masyarakat mau sehat 4 sehat dan 5 sempurna kan juga harus ada sayuran, tidak boleh hanya indomie saja, sebab itu bantuan tunai yang sekarang dicanangkan oleh kementerian sosial sangatlah tepat, sehingga masyarakat bisa membeli beras kualitas sedang daripada bansos sebelumnya yang kami lihat beras berkualitas buruk," ujar Suhendro.

Pembagian masker menurutnya juga sangat penting dalam kondisi semakin banyaknya jumlah masyarakat di Indonesia yang terpapar Covid 19, Suhendro dalam waktu dekat merencanakan akan membagikan ribuan masker dan juga bantuan tunai secara langsung kepada masyarakat.

"Kami melihat secara langsung masyarakat kecil bawah sangat rentan terpapar virus ini, mereka tidak lagi gunakan masker yang layak bahkan tidak lagi memakai masker karena usang dan rusak, kami prihatin melihatnya, sebab itu kami akan sediakan masker dan kami bagikan kepada masyarakat lalu juga bantuan tunai," kata pemilik akun Instagram @suhendrowang ini.

Pengusaha berusia 30 tahun ini terlihat sangat antusias membantu masyrarakat ketika membagikan hand sanitzer dan bantuan tunai kepada masyrakat sekitar perusahaannya di seputaran pergudangan Waringin, Jakarta Utara.

"Saya sangat beruntung disaat pandemi ini usaha saya sangat bagus, sebab itu saya tergerak untuk membagikan apa yang menjadi keuntungan perusahaan kami kepada masyarakat banyak, semoga ini bisa membantu mereka," katanya.