Bantuan Tunai Langsung Dinaikkan

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah menaikkan besaran bantuan tunai langsung untuk masyarakat miskin menjadi Rp 150 ribu dari Rp 100 ribu per keluarga. Bantuan ini diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diberlakukan mulai bulan depan.

"Begitu diumumkan (harga BBM naik), maka bulan itu pula berlaku. Tidak boleh ada selisih waktu," ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono Kamis 1 Maret 2012 kemarin. Bantuan akan diberikan selama sembilan bulan. "Pemberitahuan oleh kelurahan setempat dan setelah diverifikasi datanya.”

Penyaluran bantuan tunai akan menggunakan kantor pos di seluruh Indonesia. »Pengambilan tak bisa diwakili orang lain,” kata Agung. Dia mengatakan, program ini diberikan agar angka kemiskinan tidak meningkat pasca-kenaikan harga BBM. Sebab, tanpa bantuan tunai, angka kemiskinan bakal bertambah sekitar 1,5 persen.

Selain mengucurkan bantuan Rp 150 ribu per keluarga, pemerintah menyiapkan program kompensasi lain. Misalnya, memberikan beras untuk rakyat miskin dari satu tahun menjadi 18 bulan, memperluas cakupan subsidi siswa miskin hingga ke perguruan tinggi, serta memberikan bantuan subsidi untuk angkutan umum dan angkutan desa.

Sebelumnya, Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri memperkirakan sekitar 17,5 juta rumah tangga miskin bakal menerima bantuan tunai pada tahun ini. Cara ini dinilai lebih efektif meredam gejolak sosial pasca-kenaikan harga BBM. »Tidak mungkin dengan cara lain. Yang paling efektif dengan uang,” ujarnya.

Program bantuan tunai diberikan sejak tujuh tahun lalu. Pada 2005 pemerintah menggelontorkan Rp 4,62 triliun untuk 15,4 juta rumah tangga. Dana diberikan setiap tiga bulan dengan besaran Rp 100 ribu per bulan. Setahun kemudian, jumlah penerima bantuan meningkat menjadi 17,7 juta rumah tangga miskin. Pada 2006 anggaran untuk program ini sebesar Rp 18,6 triliun.

Setelah terhenti selama setahun, program ini kembali digelar pada 2008. Jumlah dana yang dikucurkan Rp 14,1 triliun untuk 19,1 juta rumah tangga selama tujuh bulan dengan besaran Rp 100 ribu per bulan. Pada 2009, pemerintah menganggarkan Rp 3,81 triliun untuk 18,5 juta rumah tangga selama dua bulan.

ALI NUR YASIN | ARYANTI KRISTANTI | UKKY

Berita Terkait

Meredup Kilaunya, Harga Emas Anjlok 4 Persen

RIM Buka 4.000 Gerai Blackberry di Indonesia

BI Imbau Perbankan Danai Esemka

Empat Skenario Kompensasi Kenaikan BBM

Premium Rp 9.000 dan Solar Rp 7.000 di Sumenep

Ini Dia 50 Pebisnis Wanita Terkuat di Asia

Kereta Api Ekonomi Ber-AC Bogowonto Diluncurkan

Ranch Market Go Public Mei

Harga Rumah di Cina Turun

Dirjen Pajak Mengaku Tak Pernah Tahu Laporan PPATK

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...