Banyak Acara Internasional di Bali pada 2022, Pemerintah Susun Skema Prokes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pentingnya protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19 di Indonesia.

Menkes mengatakan, dengan kasus COVID-19 di Indonesia yang telah turun, implementasi protokol kesehatan penting dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi lonjakan infeksi lagi.

"Terutama nantinya saat menghadapi Nataru, dan Bapak Presiden minggu lalu sudah memberikan arahan bahwa nantinya pak Menko PMK yang akan menjadi koordinator dalam memastikan periode Nataru tahun ini dan awal tahun depan tidak terjadi lonjakan kasus," kata Menkes Budi Sadikin dalam acara virtual konferensi pers PPKM, Senin (1/11/2021).

"Kami juga akan berusaha mempertahankan ini karena akan ada banyak acara internasional besar tahun depan di Bali, seperti acara COP26, G20, dan acara lainnya," lanjut Menkes.

Menkes mengungkapkan rencana bahwa pihaknya akan melakukan suatu pilot project, menjelang pertemuan internasional tahun ini terkait isu kesehatan, olahraga bulutangkis, termasuk pertemuan G20.

"Dari pilot project itu kita akan melihat apa saya yang sudah baik, apa saja yang perlu diperbaiki, agar nanti pada saat pertemuan internasional tahun depan jauh lebih siap, dan teruji protokol kesehatannya," jelas Menkes.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menkeu dan Menkes G20 Sepakat Bangun Mekanisme Pencegahan Pandemi

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Puncak Hari Gizi Nasional ke-61 tahun 2021 pada Senin (25/1/2021) (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Kesehatan)
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Puncak Hari Gizi Nasional ke-61 tahun 2021 pada Senin (25/1/2021) (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Kesehatan)

Menteri Keuangan (menkeu) bersama dengan Menteri Kesehatan (menkes) Negara G20 sepakat membangun mekanisme yang disebut pencegahan pandemi atau pandemic preparedness. Kesepakatan ini didasari atas banyaknya negara yang tidak siap dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 telah menghabiskan anggaran hingga USD 12 triliun di seluruh dunia. Belum lagi adanya 5 juta orang yang meninggal dan lebih dari 250 orang yang terkena pandemi.

Maka mau tidak mau dunia harus menyiapkan skenario penanganan pandemi lebih baik ke depannya.

"Karena Covid adalah ancaman nyata ke ekonomi dunia maka di dalam pembahasan kemarin antara menteri keuangan dengan menteri kesehatan disepakati untuk membangun sebuah mekanisme yang disebut pencegahan pandemi," kata Sri Mulyani dalam keterangannya usai mendampingi Presiden Jokowi, dalam KTT G20, di La Nuvola Roma Italia, ditulis Minggu (31/10/2021).

Persiapan dalam pencegahan pandemi ini memang sangat bergantung pada kesepakatan protokol kesehatan antar negara. Selain itu juga bergantung pada tata kelola yang baik. Hal ini mengingat WHO selama ini hanya bicara standar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel