Banyak Agenda Penting Tahun 2022, Pemerintah Ajak Masyarakat Lawan Hoaks

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks semakin banyak menyebar masyarakat melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Itu sebabnya perang melawan hoaks tidak bisa dilakukan sendirian.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi. Dia berharap peran aktif masyarakat untuk memerangi hoaks dan informasi palsu.

Terlebih pada tahun ini banyak agenda internasional yang akan diadakan di Indonesia seperti G20, ajang balap MotoGP, 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), hingga program untuk pemulihan pascapandemi covid-19.

"Banyak tantangan yang harus diantisipasi dalam melakukan kerja komunikasi publik. Hal ini seperti hoaks, informasi bohong, hingga infodemi," ujar Dedy seperti dilansir laman Kominfo.

"Itu sebabnya Kementerian Komonfo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi, melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan di tengah pandemi covid-19 ini," katanya menambahkan.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel