Banyak Anti Vaksin, Pakar: Imunisasi Tak Mencelakai Orang

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyaknya masyarakat tak percaya akan khasiat vaksin, membuat program imunisasi sulit dijalankan, apalagi dalam mengatasi pandemi COVID-19. Pakar menegaskan, vaksinasi dibuat untuk membentuk kekebalan yang maksimal pada populasi.

Ketua Satgas COVID PB IDI, Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K), menjelaskan bahwa vaksinasi sudah terbukti mampu memperkuat imunitas masyarakat. Prof Zubairi pun menepis bahwa vaksinasi memberi efek berbahaya.

"Tidak benar vaksinasi mencelakai orang. Tapi memang untuk COVID-19 ini perlu dicek terus menerus perkembangan uji klinisnya," ujar Prof Zubairi dalam acara virtual VIVA Talk bersama VIVA.co.id, Senin 26 Oktober 2020.

Baca juga: Virus Kuat di Musim Hujan, Satgas COVID-19 Khawatirkan Libur Panjang

Selain efek samping, banyak yang enggan melakukan vaksinasi lantaran kehalalannya. Prof Zubairi kembali menegaskan bahwa halal-haram suatu bentuk vaksin akan diproses oleh tim ahli.

"Untuk menentukan kehalalan, sudah ada tim dari Kementerian Agama yang ikut. Prinsipnya (halal) ikuti ulama," katanya lagi.

Adapun penelitian vaksin COVID-19 dari Sinovac, China tengah dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, dengan kriteria usia 18-59 tahun dan kondisi sehat.

Prof Zubairi menambahkan, alasan dilakukan uji klinis fase 3 dengan kriteria tersebut agar hasilnya benar-benar maksimal dan mencegah efek berbahaya yang bisa timbul.

"Jadi kalau penelitian biasanya pada kelompok usia lanjut itu ada banyak komorbid, jadi nanti evaluasi agak sulit. Takutnya vaksinasi lalu meninggal disebut COVID penyebabnya padahal ada diabetes atau struk. Pada anak, pemahaman awal dulu karena anak jarang kena dan amat sangat jarang meninggal walau akhir-akhir ini terbukti salah pemahaman itu," tuturnya.

Saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun,

#pakaimasker
#jagajarak
#cucitangan
#satgascovid19
#ingatpesanibu