Banyak Badak Jawa Hidup Menjomblo

TRIBUNNEWS.COM, PANDEGLANG --- Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, adalah tempat yang ideal untuk Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) tinggal. Selain cukup terisolir, hampir seluruh kebutuhan Badak terpenuhi di taman nasional itu.

Tak heran jika ditempat lain Badak Jawa telah dinyatakan punah, maka hewan yang kulitnya menyerupai baju zirah itu masih bisa hidup bebas di ujung Barat pulau Jawa, tanpa harus takut kekurangan makanan, maupun diburu.

Walau pun demikian, Jumlah mamalia bercula satu di benteng terakhirnya itu belum juga mendekati angka ideal. WWF-Indonesia yang bekerja sama dengan Balai TNUK menyebutkan jumlah Badak Jawa yang tersisa minimal 35 ekor, terdiri dari 17 Badak Jantan, 13 Betina dan 5 anak Badak.

Jumlah itu dianggap angka minimal, karena jumlah camera trap yang digunakan yakni 44 unit, tidak sesuai dengan luas wilayah taman nasional yang didiami Badak, yakni sekitar 28 ribu hektar. Diyakini jumlah Badak Jawa lebih banyak dari itu.

Kordinator Program Konservasi Badak WWF-Indonesia, Adi Rahmat Hariadi mengatakan pada awal tahun 1990, para peneliti sempat menyimpulkan untuk luas taman nasional yang mencapai 120.551 hektar itu, idealnya bisa menampung 80-100 ekor Badak. Jumlah tersebut jauh dibawah minimal 35 ekor hasil penghitungan terakhir.

Sejak awal tahun 1990, kondisi taman nasional sempat berubah, salah satu nya adalam ekspansi tanaman Langkap (Arenga obtusifolia). Tanaman tersebut diyakini telah mengeluarkan zat kimia di area sekitarnya, yang mampu membunuh tanaman-tanaman di sekitar tumbuhan tersebut, termasuk tanaman-tanaman yang biasa dimakan Badak.

"Walau pun demikian, jumlah ideal Badak Jawa seharusnya lebih dari minimal 35 ekor," katanya.

Adi meyakini, walau pun habitat Badak Jawa di TNUK terus membaik, namun para Badak tersebut masih mengalami tekanan psikologis atas sejumlah hal. Faktor tersebut mempengaruhi tingkat kelahiran Badak.

Seekor Badak betina mencapai kematangan seksual pada usia 3-4 tahun, sementara kematangan seksual jantan pada umur 6. Kemungkinan untuk hamil diperkirakan muncul pada periode 16-19 bulan, dengan Interval kelahiran spesies ini 4–5 tahun.

Selain itu, dari 13 ekor Badak betina di TNUK, sebagian diantaranya tidak dilirik oleh Badak jantan. WWF-Indonesia yang bekerja sama dengan Balai TNUK, berencana mencarikan jodoh terhadap sejumlah Badak betina yang masih hidup sendiri.

Salah satu upaya menjodohkan itu dilakukan dengan merekayasa pertemuan antara Badak betina dan Jantan, yakni dengan merubah jalur lintasan kedua individu tersebut.

Dalam kesehariannya, Badak akan melewati jalur yang sama, dalam sebuah area yang disebut Home Range yang luasnya mencapai 164 -950 hektar. Adi mengaku pihaknya akan merekayasa jalur keseharian Badak, agar dua sang betina dapat bertemu sang jantan, sehingga terjadi interaksi kemudian bereproduksi.

Selain merubah jalur, Adi mengatakan pihaknya akan merekayasa tempat-tempat yang biasa disambangi Badak, mulai dari kumpulan tumbuhan yang digemari Badak, hingga merekayasa kubangan lumpur.

"Untuk urusan pakan dan kubangan, kita masih terus kembangkan, sedangkan unttuk merubah jalur Badak, kita belum lakukan," tandasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Tim Sukses Hendardji Optimis Golput Menurun
  • Hidayat tak Bisa Hindari Anak-anak Ikut Kampanye
  • Nachrowi Lanjutkan Konsolidasi di Jakarta Selatan
  • Di Johar Baru Hidayat Bantah Bagi-bagi Bingkisan
  • Rahasia Hidayat Nurwahid Tetap Bugar Selama Kampanye
  • Nachrowi Ancam Pindah dari Jakarta Timur Jika Kalah…
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.