Banyak Bandara Ditutup, Turis Asing Masuk Indonesia Lewat Jalur Laut dan Darat

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona membuat kunjungan turis asing ke Indonesia melorot tajam pada Mei 2020 jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Selain itu, karena ada larangan atau pembatasan di banyak bandara maka sebagian besar turis asing memilih melakukan perjalanan darat. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah turis asing yang datang ke Indonesia mencapai 163.600 orang.  Jika dibandingkan dengan posisi tahun yang lalu, terjadi penurunan yang curam yaitu mencapai 86,90 persen.

Sementara berdasarkan transportasi, dari 163 ribu turis asingtersebut, paling banyak menggunakan angkutan darat, yakni sebesar 70 persen. Mengusul setelahnya 29,6 persen menggunakan angkutan laut, dan angkutan udara mendekati sebesar 0,3 persen.

"Kalau kita lihat untuk pintu-pintu bandara utama, seperti Soekarno-Hatta, Ngurah Rai dan Juanda, penurunan yoy-nya tajam sekali mendekati 100 persen," jelas Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam video konferensi, Rabu (1/7/2020).

Sementara jika dibandingkan dengan bulan lalu, penurunan yang tajam terjadi di Bandara Ngurah Rai sebesar 87,55 persen, diikuti oleh bandara Juanda 42,86 persen dan Soekarno-Hatta 5,28 persen.

"Sementara turis asingyang menggunakan jalur laut masih ada kenaikan, terutama di Batam yakni sebesar 58,69 persen mtm dengan kebanyakan wisman berasal dari Malaysia," jelas Suhariyanto.

Kebangsaan

Dua turis berjemur di pantai Kuta di pulau pariwisata Indonesia di Bali (4/1). Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang tempat produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. (AFP Photo/Sony Tunbelaka)

Sementara itu, menurut kebangsaan jumlah wisman pada Mei 2020 berasal dari Timor Leste sebesar 49,8 persen. Posisi kedua diikuti oleh Malaysia sebanyak 40,6 persen dan Tiongkok 1,2 persen.

"Kalau kita bandingkan tahun lalu hampir negara kebangsaaan terjadi penurunan tajam. Kuwait, Yaman hampir 100 persen. Secara mtm masih ada beberapa wisman yang datang ke Indonesia dari Afrika Selatan meski kecil kemudian Belanda dan kanada meski sisi absolut belum besar," jelas dia.

Dia menyadari, sektor pariwisata berdampak sangat dalam akibat pandemi Covid-19. Dimana dampak itu sudah dirasakan sejak Februari meski pemerintah menyampaikan kasus pertama pada Maret lalu.