Banyak Dialami Wanita, 4 Gangguan Kesuburan Penyebab Sulit Hamil

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ovulasi merupakan salah satu momen penting bagi tiap perempuan untuk meningkatkan peluang kehamilannya. Meski begitu, ovulasi secara alami kerap sulit terjadi bagi sebagian perempuan lantaran beberapa kondisi yang timbul.

Diketahui, ovulasi adalah proses saat sel telur sudah mencapai tingkat kematangan yang tepat untuk akhirnya keluar dari ovarium dan siap dibuahi. Singkatnya, ovulasi adalah masa subur tiap wanita yang terjadi setiap bulan.

Menurut data yang dipaparkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Shanty Olivia Febrianti Jasirwan, SpOG, bahwa gangguan kesuburan kerap menghampiri sebagian perempuan sehingga membuatnya sulit hamil. Setidaknya, 40 persen perempuan mengalami gangguan kesuburan sehingga turut mengalami gangguan ovulasi.

Salah satu cara mengatasinya, bisa dengan induksi ovulasi menggunakan obat-obatan tertentu yang bertujuan meningkatkan peluang kehamilan. Beberapa kondisi mencakup siklus menstruasi tak teratur hingga sel telur yang berukuran tak normal.

"Induksi ovarium ini bisa ditujukan pada perempuan yang tidak berovulasi, siklus menstruasi tidak teratur, sel telur berukuran kecil. Atau pada perempuan dengan siklus menstruasi lancar pun bisa dilakukan," ujarnya dalam acara virtual Small Media Group yang digagas RSPI, baru-baru ini.

Penambahan induksi ovulasi ini akan disertai senggama atau berhubungan intim terjadwal, sesuai masa suburnya. Selama program induksi ovulasi ini, biasanya ovarium dapat melepaskan sel telur lebih dari satu dalam 1 siklus haid sehingga meningkatkan proses pembuahan dan kehamilan terjadi.

Lantas, kondisi kesuburan apa saja yang membuat gangguan ovulasi terjadi dan meminimalisir peluang kehamilan? Berikut rangkumannya.

Nyeri haid

Nyeri saat haid memang kerap terjadi dan dianggap wajar. Namun, apabila nyerinya sangat tak tertahan disertai nyeri saat berhubungan intim, ini perlu diwaspadai. Apalagi jika ditambah dengan perdarahan vagina yang tak normal, nyeri pada rektum hingga darah yang mengucur saat buang air. Bila ini terjadi, kondisi yang kerap dikaitkan yakni endometriosis, di mana kondisi timbulnya jaringan lapisan pada rahim yang tumbuh di luar rahim memicu proses pembuahan sulit terjadi.

Berat badan tak ideal

Kondisi berat badan berlebih alias obesitas turut memperbesar risiko gangguan kesuburan dan ovulasi. Adanya lemak berlebih membuat siklus menstruasi tak teratur sehingga peluang kehamilan juga menjadi lebih sulit.

Senada, kondisi berat badan yang terlalu rendah juga berisiko menurunkan peluang kehamilan. Minimnya lemak pada tubuh, memicu berkurangnya hormon progesteron dan meningkatkan kadar hormon kortisol sehingga tak aman untuk masa kehamilannya kelak.

Suhu tubuh tak stabil

Di masa subur, suhu basal tubuh bisa menjadi penentu dalam peluang kehamilan. Pada suhu tubuh yang tak stabil, di mana kerap naik dan turun di masa subur, akan sulit memperbesar peluang kehamilan. Biasanya, suhu tubuh bisa dilihat pada 14 hari di tengah masa subur.

PCOS

Kondisi yang disebut Polycystic Ovarian Syndrome atau sindrom polikistik ovarium merupakan gangguan hormon yang terjadi pada perempuan di usia subur. Pengidap PCOS kerap mengalami masalah pada siklus menstruasinya dan memiliki hormon maskulin yang lebih banyak. Hormon maskulin yang dikenal dengan androgen ini biasanya yang menjadi biang kerok ovarium memproduksi banyak kantong berisi cairan. Hal itu membuat sel telur sulit berkembang dan akhirnya gagal dilepas untuk bisa dibuahi.