Banyak Hoaks, Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bolivia Sepi Peminat

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Tantangan dihadapi oleh Pemerintah di seluruh dunia untuk menyukseskan program vaksinasi covid-19. Di Bolivia program ini sedikit terhambat karena banyaknya hoaks.

Bolivia baru menyuntikkan setidaknya satu dosis vaksin covid-19 pada tujuh persen dari populasinya. Tertinggal jauh dari Uni Eropa yang sudah menyuntikkan hingga 32 persen dan AS yang sudah 48 persen.

Bolivia sendiri menggunakan vaksin dari berbagai produsesn seperti AstraZeneca, Shinoparm dan Sputnik V. Namun banyak pusat vaksin di kota-kota besar terus menghadapi tingkat partisipasi yang rendah dan antrean yang kosong.

"Kami membaca beberapa pamflet di El Alto dari kelompok anti-vaksin tentang keberadaan suatu zat dalam vaksin yakni Lucifer dan karena itu vaksin itu adalah setan," kata Maria Rene Castro, Wakil Menteri Epidemiologi dilansir NewsAmericasNow.

"Disinformasi global telah datang ke negara kita dan berdampak pada orang-orang yang menghindari vaksinasi covid-19," katanya menambahkan.

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel