Banyak Kasus Korupsi di Bank Jatim, DPRD: Jangan Berlindung di Balik UU Perbankan

Merdeka.com - Merdeka.com - Banyaknya perkara korupsi di Bank Jatim yang ditangani oleh Kejaksaan di Jawa Timur, mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Jatim. Para wakil rakyat ini berharap, bank pelat merah itu segera berbenah diri agar bisa mendapatkan public trust dari masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anwar Sadad mengatakan, banyak perkara korupsi yang membelit Bank Jatim, hendaknya diseriusi oleh Bank Jatim. Sebab, menurutnya industri perbankan, sangat tergantung pada public trust (kepercayaan publik).

"Saya khawatir banyaknya perkara korupsi mempengaruhi kepercayaan publik pada Bank Jatim. Harapan saya hal ini menjadi pelajaran bagi Bank Jatim memperbaiki kinerjanya," kata Anwar Sadad, Jumat (22/7).

Dia menambahkan, Bank Jatim ini adalah salah satu BUMD andalan di Jatim. Untuk itu besar harapan publik pada BUMD ini karena terbukti dari tahun ke tahun memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya berharap Bank Jatim berkoordinasi dengan DPRD, khususnya Komisi C. Bank Jatim harus mau menerima masukan dari Komisi C. Jangan berlindung di balik UU Perbankan. Karena hakikatnya pemilik saham Bank Jatim itu rakyat Jatim. Mereka punya kewajiban untuk selalu berkoordinasi dengan Komisi C sebagai representasi dari rakyat Jatim yang membidangi perbankan," tegasnya.

Diketahui, perkara korupsi yang melibatkan Bank Jatim pada tahun ini cukup mendominasi kasus yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri seluruh Jawa Timur. Setidaknya, tercatat ada 74 perkara dugaan korupsi yang melibatkan bank plat merah tersebut.

Hal ini terungkap dari hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Kejati Jatim pada semester I (Januari-Juli). Dari catatan Bidang Pidana Khusus, setidaknya ada 11 perkara korupsi yang ditangani pihaknya terkait dengan bank daerah ini. 63 sisanya, ditangani oleh kejaksaan-kejaksaan negeri di seluruh Jawa Timur.

"Sejak Januari hingga 20 Juli 2022, sebelas itu terkait korupsi bank pembangunan daerah di Jatim," tegas Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Riono Budisantoso, Kamis (21/7). [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel