Banyak Kematian Saat Isoman, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Terjunkan Nakes Cek Pasien di Rumah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin meminta Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan di tiap daerah bersama RS agar meningkatkan pengawasan, seperti melakukan pengecekan langsung secara berkala terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isoman.

Menurutnya hal itu diperlukan mengingat kasus kematian masyarakat saat melakukan isoman masih terus terjadi.

“Saat ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit dan sebagian harus melakukan isoman, diharapkan ada panduan (Kemenkes) untuk membantu pasien dan keluarga pasien untuk melakukan perawatan secara mandiri di rumah, namun dengan prosedur dan obat-obatan yang tepat serta pemantauan dokter atau tenaga kesehatan,” tuturnya dalam keterangan, Rabu (7/7/2021).

Gus Muhaimin mendorong Kemenkes bersama pihak RS berkoordinasi dengan RT/RW untuk memastikan dan menggencarkan sosialisasi mengenai prosedur penanganan dan pengobatan yang tepat.

”Saya juga mengimbau masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk berani melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga mereka bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan pemantauan dari nakes, guna mencegah terjadinya kekeliruan penanganan apabila dilakukan tanpa arahan nakes,” katanya.

Siapkan Tempat Isolasi Mandiri

Politikus PKB ini mendorong Kemenkes terus berupaya agar dapat mempersiapkan tempat isolasi bagi masyarakat positif Covid-19 dengan berbagai gejala, baik ringan, sedang dan berat, mengingat kondisi imun setiap orang berbeda-beda.

“Termasuk pada orang yang awalnya bergejala ringan tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya orang tersebut dapat bergejala sedang atau berat, sehingga membutuhkan arahan yang tepat dan penanganan langsung dari nakes," kata dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel