Banyak Keputusan Kontroversial dari Wasit di BRI Liga 1, Iwan Bule Bakal Investigasi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Tangerang - Ketua PSSI, Mochamad Iriawan berencana untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah wasit yang memimpin tiga pertandingan awal BRI Liga 1 2021/2022.

Kinerja dua wasit, Yudi Nurcahya dan Fariq Hitaba mendapatkan sorotan oleh netizen di media sosial ketika memimpin dua partai BRI Liga 1.

Yudi Nurcahya bertugas sebagai wasit pada laga pembuka BRI Liga 1 antara Bali United kontra Persik Kediri. Sementara Fariq Hitaba menjadi pengadil pertandingan untuk partai kedua yang mempertemukan Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang.

"Ini sedang didalami oleh Komite Wasit PSSI. Yang jelas secara internal, kami telah mengadakan diskusi. Kami akan melakukan investigasi sesuai dengan aturan yang ada," kata Iriawan.

"Nanti berikutnya, hasilnya tentu akan sesuai dengan aturan FIFA. Kami akan mengacu aturan dari FIFA, AFC, dan AFF. Karena kemungkinannya ada dua."

"Kalau human error, itu hanya dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau sebagainya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," jelas Iriawan.

Kasus Yudi Nurcahya

Pemain Persik Youssef Ezzejjari melakukan eksekusi penalti dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Persik Youssef Ezzejjari melakukan eksekusi penalti dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Wasit Yudi Nurcahya dianggap melakukan kesalahan kala tidak mengulang tendangan penalti penyerang Persik Kediri, Youssef Ezzejjari ketika melawan Bali United pada 27 Agustus 2021 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Sebelum Youssef menendang bola, kiper Bali United, Wawan Hendrawan dalam posisi yang ilegal karena kakinya tidak menyentuh garis gawang.

Selain itu, bek Bali United, Willian Pacheco juga menyelonong masuk kotak penalti sebelum Youssef mengeksekusi 12 pas. Celakanya, Youssef gagal mengonversi penalti itu karena sepakannya barhasil diblok oleh Wawan.

Sesuai Laws of the Game 2021/2022 Pasal 14 terkait Tendangan Penalti, penalti dari Youssef seharusnya harus diulang karena Wawan melakukan pelanggaran.

"Saat bola ditendang, posisi penjaga gawang harus setidaknya sebagian atau satu kaki menyentuh atau sejajar dengan garis gawang," tulis Laws of The Games 2021/2022 Pasal 14 terkait Tendangan Penalti.

Keputusan Tepat Fariq Hitaba

Penyerang Persipura, Yevhen Bokhashvili (kiri) berduel dengan kiper Persita, Try Hamdany Goentara dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 antara Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021) malam WIB. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Penyerang Persipura, Yevhen Bokhashvili (kiri) berduel dengan kiper Persita, Try Hamdany Goentara dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 antara Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021) malam WIB. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Wasit Fariq Hitaba juga dinilai keliru ketika tidak mengesahkan gol penyerang Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili saat melawan Persita Tangerang pada 28 Agustus 2021 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Kejadian bermula kala kiper Persita, Try Hamdani, kehilangan bola karena didekati oleh Yevhen saat hendak menendang bola dari genggamannya.

Bola tersebut lalu tepat jatuh di depan kaki Yevhen. Striker asal Ukraina itu tinggal menceploskan bola ke gawang Persita yang kosong.

Namun, Fariq menganulir gol tersebut karena menganggap Yevhen memberikan gangguan ketika bola masih dalam genggaman Try Hamdani. Keputusan Fariq berdasarkan Laws of the Game Pasal 12 tentang Pelanggaran terbukti valid.

"Seorang penjaga gawang tidak boleh mendapatkan gangguan dari lawan ketika bola dalam kendali tangannya," tulis Laws of The Game Pasal 12 tentang Pelanggaran.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel