Banyak Laporan Ular Kopi Masuk Rumah Warga Malang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Malang - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang dalam satu hari ini tiga kali mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga. Seekor di antaranya jenis kobra Jawa (Naja sputatrik), dua ekor lainnya adalah ular kopi (Coelognatus flavolineatus).

Seekor ular jenis kobra Jawa sepanjang 60 sentimeter, masuk ke rumah warga di Jalan Simpang Golf B1, Tasikmadu, Kota Malang. Sedangkan dua ekor ular kopi masing – masing sepanjang 35 sentimeter di Sumbersari dan sepanjang 1 meter di Tebo Tengah, Bandulan.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan, evakuasi ular yang masuk ke rumah warga berjalan lancar. Sepanjang Februari ini, petugas Damkar telah beberapa kali mengevakuasi binatang melata tersebut.

“Kalau sampai Senin siang ini, sudah tiga kali evakuasi ular,” kata Teguh di Malang, Senin, 15 Februari 2021.

Catatan Damkar Kota Malang, selama periode 1-15 Februari ini tercatat sudah ada 10 laporan ular masuk ke rumah. Jumlah laporan jauh lebih banyak dibanding sepanjang Januari lalu yang hanya ada 4 laporan dari warga tentang ular masuk rumah.

Dari berbagai laporan itu, sejauh ini jenis ular yang dievakuasi oleh Damkar Kota Malang adalah jenis kobra Jawa, ular kopi dan sanca kembang atau pyton. Dari ketiga jenis itu, ular kopi jadi yang paling banyak ditemukan masuk rumah.

“Ya memang mayoritas ular kopi. Semua yang dievakuasi itu bukan peliharaan yang lepas,” ujar Teguh.

Nasib Ular

Seekor ular kobra Jawa diwadah setelah dievakuasi. Dua pekan pertama Februari 2021 petugas Damkar Kota Malang mengevakuasi berbagai jenis ular jenis seperti kobra, ular kopi dan sanca masuk rumah warga (Damkar Kota Malang)
Seekor ular kobra Jawa diwadah setelah dievakuasi. Dua pekan pertama Februari 2021 petugas Damkar Kota Malang mengevakuasi berbagai jenis ular jenis seperti kobra, ular kopi dan sanca masuk rumah warga (Damkar Kota Malang)

Banyaknya laporan dari warga ada ular masuk rumah itu diduga dipicu dua faktor. Hujan lebat yang kerap mengguyur menyebabkan ular keluar dari sarangnya untuk mencari tempat yang lebih hangat.

“Sekarang kemungkinan juga mulai masuk masa menetas ular,” ucap Teguh Budi.

UPT Damkar Kota Malang sendiri memiliki kandang untuk ular hasil evakuasi. Ular dipelihara sementara, sebelum dilepas ke alam liar bila ular tak berbisa. Sedangkan ular berbisa diizinkan dipelihara oleh siapa saja yang berminat.

“Kami umumkan lewat media sosial bagi siapa saja yang tertarik memelihara, syaratnya harus benar-benar dirawat,” tutur Teguh.

Saksikan video pilihan di bawah: