Banyak Pemda Puas Zona Oranye, Satgas COVID-19: Jangan Terlena

Bayu Nugraha, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan saat ini perkembangan peta zonasi risiko secara mingguan mengalami pergeseran pada zona merah atau risiko tinggi. Pada zona merah, terlihat membaik dengan terjadi penurunan jumlah daerah dalam sepekan, dari 20 kabupaten /kota pada pekan lalu, menjadi 19 kabupaten/ kota pada pekan ini.

Meski begitu, Wiku menyayangkan adanya jumlah kabupaten atau kota yang masuk zona oranye atau risiko sedang mengalami peningkatan jumlah. Pekan ini, Wiku mengabarkan terjadi peningkatan dari 360 menjadi 371 kabupaten atau kota pada pekan ini. Jika daerah zona oranye semakin lengah tidak menutup kemungkinan akan berpindah ke zona merah.

"Terlihat masih banyak daerah yang terlena dan lengah, serta merasa nyaman untuk berada di zona oranye. Ingat! Zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan," kata Wiku Adisasmito dalam siaran persnya yang dikutip Rabu 4 November 2020.

Selanjutnya, kata Wiku, terdapat penurunan signifikan pada zona kuning atau risiko rendah. Pekan sebelumnya ada 115 di zona kuning, pekan ini turun menjadi 104 kabupaten/kota.

Sedangkan zona hijau, kata Wiku tidak terdampak jumlahnya. Pada pekan ini jumlah zona hijau masih tetap seperti jumlah zona hijau pada pekan lalu.

Wiku juga menyesalkan, meski dalam 5 bulan terakhir penanganan COVID-19 di berbagai daerah mengalami kemajuan, tetapi terlihat bahwa mayoritas daerah cukup nyaman berada di zona oranye. Hal itu membuat daerah zona hijau semakin bertambah.

"Dalam 4 minggu terakhir, terjadi peningkatan daerah zona oranye dari 65,73 persen menjadi 72,28 persen," kata Wiku.

Wiku meminta pemerintah daerah agar bekerja keras untuk segera keluar dari zona oranye menjadi zona kuning. Bagaimanapun, adanya COVID-19 di seluruh daerah di Indonesia harus dapat terus ditekan. "Selain itu jumlah kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning masih sedikit karena berpindah ke zona oranye," ujarnya. (ren)

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Baca juga: Satgas COVID-19: 68 Persen Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan