Banyak Pengeluaran, Ini Tips Mengelola Keuangan Selama Ramadhan

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gaya hidup seseorang di bulan Ramadhan tidak pernah lepas dari kegiatan yang biasanya dilakukan pada bulan Ramadhan secara rutin, seperti membeli cemilan atau takjil, memperoleh THR, menyiapkan bingkisan, belanja baju lebaran, buka puasa bersama, hingga mudik.

Bulan Ramadhan adalah momen untuk memperkuat kemampuan menahan nafsu & bersyukur atas apa yang telah kita miliki, salah satunya dengan cara mengatur keuangan. Berdasarkan survei OVO, 6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadhan, selain karena pandemi, ini juga bisa membuat kebutuhan menjadi lebih banyak.

Dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa 13 April 2021, Harumi Supit Head of Corporate Communication OVO mengatakan, survei juga menyebutkan 52 persen orang menggunakan dana darurat yang ditarik dari tabungan/investasi guna memenuhi kebutuhan saat Ramadhan.

Selain masalah tersebut, survei juga menunjukkan 4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat Ramadhan, dan 43 persen orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

Di sisi lain, hanya ada 4 dari 10 orang yang menyimpan THR-nya untuk tabungan jangka panjang, 50 persen orang tetap memberi THR dalam bentuk transfer sebagai bentuk hadiah meskipun tidak dapat berjumpa kerabat secara langsung.



Perencana Keuangan Lolita Setyawati mengungkapkan, di saat Ramadan, mayoritas masyarakat sulit mengatur pengelolaan keuangan.

Kesalahan yang sering kali dilakukan antara lain tidak membuat perencanaan atau anggaran dan tidak mencatat pengeluaran, mudah tergoda keinginan, menggunakan sumber dana yang tidak sesuai peruntukkan seperti dana darurat, berhutang demi gaya hidup Ramadan, dan tidak membuat skala prioritas.

Untuk itu, Lolita memberikan beberapa tips mengatur keuangan selama Ramadhan.

1. Buatlah daftar prioritas sesuai kebutuhan terkait apa saja pengeluaran yang tergolong penting dan kurang penting.

2. Siapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan. Langkah ini seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadan.

“Di anggaran setiap bulan, seharusnya ada alokasi anggaran untuk bulan Ramadan dan Lebaran. Sehingga bila nantinya kita tidak menerima tunjangan hari raya, kita tidak kaget,” ujar Lolita.

“Banyak faktor yang membuat pengelolaan keuangan melenceng dan harus disiplin membagi antara pos penting, cukup penting dan tidak penting,” tuturnya.

3. Belanja di awal atau dicicil sebelum bulan Ramadhan Mengingat pergerakan harga bahan pokok cenderung naik menjelang Lebaran, ada baiknya membeli kebutuhan pokok dilakukan sebelum Lebaran saat harga belum merangkak naik.

4. Membuat menu sahur dan buka puasa untuk menghindari pembelanjaan makanan yang impulsif.

Menurut Lolita sebaiknya THR yang didapatkan dialokasikan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya 20% untuk gaya hidup, 25% membayar utang, 15% tambahan kebutuhan, 10% sedekah dan 30% investasi. Alokasi ini bisa dilakukan untuk pekerja yang memiliki kondisi keuangan yang cukup.

Kemudian untuk pekerja yang kondisi keuangannya sudah baik bisa mengalokasikan THR 50% untuk gaya hidup 20% untuk sedekah dan 30% untuk investasi.

Penulis: Prima Nadia Rahayu