Banyak Saksi Tutup Mulut jadi Kendala Usut Pembunuhan Calon Kades di Ogan Ilir

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan hari berlalu, pembunuhan calon kepala desa Betung II, Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, AR (54), belum juga terungkap. Keterbatasan saksi dan petunjuk lain menyulitkan polisi dalam mendalaminya.

Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Regan Kusuma mengungkapkan, kasus ini masih dalam penyelidikan baik menggali keterangan saksi, olah TKP, dan menurunkan anjing pelacak. Namun belum juga ada tanda-tanda mengarah ke identitas terduga pelaku.

"Untuk saat ini kami masih lidik. (Terduga pelaku) juga belum (terungkap)," ungkap Regan, Rabu (27/7).

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan kasus ini sulit terbongkar dan membutuhkan waktu cukup lama. Kendala utama adalah minimnya orang yang bersedia menjadi saksi untuk menceritakan sepengetahuannya terkait tindak pidana pembunuhan itu.

"Masih banyak masyarakat, khususnya yang ada di sekitaran TKP, tidak mau memberikan keterangan. Itu kendala kami" ujarnya.

Padahal, keterangan saksi-saksi menjadi bekal penyidik dalam melakukan penyelidikan dengan mengkonfrontir barang bukti atau temuan lain di lapangan. Penyidik tidak begitu sulit memetakan dugaan yang muncul jika warga kooperatif.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna mengungkapkan, korban menerima telepon dari seseorang yang dikenal dan terjadi salah paham sesaat sebelum kejadian. Kemudian, korban keluar rumah dan sudah ditunggu terduga pelaku yang diduga sudah merencanakan pembunuhan.

"Korban sempat adu mulut dengan seseorang melalui telepon sebelum keluar rumah dan dibunuh. Karena itu kami kaji kaitan antara dua kejadian itu," ungkap Sondi.

Dari keterangan, istri korban menyaksikan ketika suaminya dikejar pelaku begitu keluar rumah. Pelaku yang mengenakan topeng atau penutup wajah membawa senjata tajam dan senjata api.

Saat dikejar, korban ditembak pelaku sebanyak dua kali dan membacoknya berkali-kali hingga terkapar. Korban tewas di tempat dengan luka tembak di dada dan pinggul, luka robek di rahang, dua luka bacok di perut, dan tiga luka di tangan.

"Istrinya melihat langsung, setelah itu pelaku kabur," ujarnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban cukup diperhitungkan dalam pilkades. Sebab, dia aktif dalam kegiatan Karang Taruna di desanya.

"Motif pembunuhan masih dilakukan pendalaman lebih lanjut mengingat korban termasuk kandidat yang diperhitungkan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, AR (54) tewas dengan banyak luka bacok dan luka tembak. Peristiwa itu bermula saat pintu rumah korban diketuk orang, Rabu (20/7) waktu Subuh. Meski dilarang istrinya karena mencurigakan, korban tetap membuka pintu dan menemui pelaku.

Begitu keluar rumah, korban langsung ditembak sebanyak dua kali dan dibacok. Korban tewas di tempat, sementara pelaku langsung melarikan diri ke hutan. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel