Banyak Wartawan di Tasikmalaya Dicatut sebagai Anggota Partai Politik

Merdeka.com - Merdeka.com - Nomor induk kependudukan sejumlah jurnalis di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dicatut beberapa partai politik (parpol). Karena pencatutan itu, nama mereka terdaftar di sistem informasi partai politik (Sipol), Jumat (2/9).

Tidak hanya para jurnalis saja yang dicatut oleh parpol, istri hingga keluarga para jurnalis juga ikut tercantum tidak resmi menjadi anggota partai. Atas hal itu, para jurnalis akan menempuh langkah hukum.

Salah satunya Faizal Amirudin, jurnalis media online di Kota Tasikmalaya. Awalnya ia disuruh untuk memeriksa NIKnya di Sipol oleh kantornya.

"Setelah dicek ternyata saya tercatat sebagai anggota Partai Adil dan Makmur (Prima). Istri saya juga tercatat di partai sama, padahal saya tak pernah ada pengajuan apapun untuk jadi anggota parpol," kata Faizal.

Setelah mengetahui NIK tercatat di parpol, Faizal pun mengajak jurnalis lainnya untuk mengecek. Saat dilakukan pengecekan, beberapa orang jurnalis diketahui juga tercatat sebagai anggota parpol, berikut istri dan keluarganya.

Dengan temuan tersebut, Faizal bersama jurnalis lainnya melaporkan ke helpdesk verifikasi keanggotaan parpol di Kota Tasikmalaya.

"Kita juga ke KPU meminta penjelasan dan bagaimana cara untuk menghapus data kami di Sipol, karena kami tak merasa mendaftar jadi anggota partai manapun," ungkapnya.

Istri Faizal, Lusi Nuasiyah mengaku kaget saat diberitahu suaminya bahwa NIK-nya masuk sebagai anggota parpol. Atas temuan itu, Lusi mengaku akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan kepada kepolisian atas pencurian identitas pribadi dengan memasukan sebagai anggota parpol.

"Kata suami saya dan rekan jurnalis lainnya akan melaporkan kejadian ini ke Kepolisian," ucapnya.

Beda dengan Faizal dan istrinya, Nita Malianti, istri jurnalis media online Irwan Nugraha mengaku dalam Sipol tercatat bersama suaminya sebagai anggota Partai Hanura. Ia memastikan bahwa dirinya dan suaminya tidak pernah mendaftar sebagai anggota parpol manapun.

"Sebagai jurnalis yang selama ini dilarang sebagai anggota partai politik. Kami menjadi korban pencatutan partai Hanura di Kota Tasikmalaya," sebutnya.

Terkait pencatutan itu, Ketua KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenal Mutaqin menerima laporan para jurnalis yang menjadi korban pencatatan parpol untuk kepentingan dalam proses verifikasi. Menurutnya, yang menjadi korban pencatutan tidak hanya jurnalis, seorang pegawai KPU Kota Tasikmalaya pun dicatut menjadi salah satu anggota parpol.

"Ini akan diproses pengaduan keberatan warga melalui sistem Sipol ke KPU RI dan nantinya akan memerintahkan ke parpol itu untuk menghapus data para jurnalis dan keluarganya tersebut. Kami pun meminta kepada semua masyarakat untuk mengecek NIK di Sipol," tutup Ade. [cob]