Banyak yang Salah, Ketahui 5 Mitos Keliru Soal Olahraga

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVAOlahraga menjadi salah satu langkah dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Di tengah pandemi seperti sekarang, olahraga sangat dianjurkan agar tubuh kuat melawan virus.

Namun, dengan berkembangnya teknologi, derasnya arus informasi membuat sulit membedakan mana yang benar.

Health and Nutrition Science Nutrifood, Rendy Dijaya Muliadi, S.Si, memaparkan sejumlah mitos dan fakta banyak dipercaya masyarakat terkait olahraga. Berikut di antaranya.

Olahraga harus dilakukan setiap hari.
Pernyataan ini adalah mitos karena berdasarkan yang direkomendasikan, setidaknya dalam satu minggu minimal 150 menit olahraga aerobik. Jika dibagi, 30 menit dalam 5 hari. Sedangkan untuk olaharaga moderat sampai berat, 75 menit dalam seminggu atau 25 menit setiap hari.

Olahraga sore lebih bermanfaat daripada pagi hari
Ini juga adalah mitos karena sejauh ini belum ada penelitian yang menyebutkan waktu tertentu memberikan manfaat lebih baik. Tapi, ada studi yang mengatakan bahwa jika olahraga dilakukan secara konsisten di waktu tertentu dan dilakukan dengan menyenangkan, akan memberikan efek yang lebih baik.

Banyak keringat menandakan olahraga baik
Hal ini juga perlu diluruskan karena setiap orang mengeluarkan keringat tidak sama. Ada banyak faktor yang menyebabkan pengeluaran keringat seseorang berbeda, seperti jenis kelamin, kebugaran tubuh, genetik, luas permukaan tubuh, berat badan, kondisi lingkungan dan jenis pakaian.

"Seberapa banyak keringat keluar gak bisa jadi indikator seberapa baik olahraganya. Banyaknya keringat dipengaruhi faktor kondisi fisik dan jenis olahraga. Hidrasi juga, kalau minum banyak bisa keluar keringat banyak," ujar Rendy dalam webinar Nutriclass x AJI beberapa waktu lalu.

No pain, no gain
Ada anggapan bahwa kalau tidak merasa nyeri atau pegal usai olahraga artinya olahraga yang dilakukan masih kurang. Ini adalah mitos, karena sakit dan nyeri atau pegal merupakan tanda ada yang salah dengan teknik olahraga, baik itu terlalu diforsir atau berlebihan.

Minuman energi bisa pulihkan kondisi tubuh usai olahraga
Minuman berenergi atau energy drink biasanya mengandung gula, kafein dan senyawa lain yang dapat meningkatkan olaharaga. Jadi minuman ini digunakan untuk mendongkrak performa saat berolahraga. Sementara, jika ingin memulihkan tubuh usai olahraga, bisa meminum sport drink yang mengandung elektrolit dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh yang hilang saat berolahraga. Sport drink ini juga bisa digantikan dengan susu yang mengandung karbohidrat dan protein yang baik untuk pemulihan tenaga serta otot setelah olahraga.