Banyumas Gratiskan Rapid Test Antigen untuk Warga, Buka Setiap Hari

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kabupaten Banyumas di Provinsi Jawa Tengah menyediakan layanan pemeriksaan secara cepat (rapid test) antigen untuk deteksi dini penularan COVID-19 bagi warga.

"Masyarakat bisa cek kondisinya sendiri tanpa harus membayar. Kalau dia merasa enggak sehat, masuk ke sini, cek dulu, gratis, tidak ada antrean karena sudah terjadwal," kata Bupati Banyumas Achmad Husein saat memantau pelayanan tes antigen gratis di sisi selatan Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat, 20 Agustus 2021.

Pemerintah membatasi kuota pemeriksaan sebanyak 50 orang per hari di alun-alun itu, tetapi periodenya tidak dibatasi alias setiap hari buka dan selalu ada petugas yang bersiaga.

Bupatu menjelaskan, pelayanan tes antigen gratis yang dilaksanakan setiap hari sejak Jumat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendeteksi penularan COVID-19 dan mencegah penularan virus meluas.

Layanan pemeriksaan antigen gratis diberikan kepada warga yang, berdasarkan Kartu Tanda Penduduk, berdomisili di Kabupaten Banyumas dan telah mendaftar melalui laman vaberaya.banyumaskab.go.id.

Bupati mengatakan bahwa pemerintah kabupaten menyediakan 23.000 alat tes antigen untuk penyelenggaraan pelayanan pemeriksaan gratis.

Pendaftaran pengguna layanan pemeriksaan antigen gratis dibuka mulai Kamis, 19 Agustus, dan dalam waktu 10 menit kuota pengguna layanan langsung penuh.

"Begitu tahu ada layanan tes antigen gratis, saya langsung mendaftar agar bisa mengetahui kondisi saya. Hari ini saya datang ke sini untuk menjalani tes antigen," kata Aditya Purbaya, pengguna layanan tes antigen gratis di kawasan Alun-Alun Purwokerto.

Selain di kawasan Alun-Alun Purwokerto, Bupati mengatakan, pelayanan tes antigen gratis rencananya diselenggarakan di wilayah lain Banyumas, seperti Kecamatan Banyumas, Sokaraja, Wangon, dan Ajibarang.

Apabila dalam pelayanan tes antigen gratis ada warga yang terdeteksi tertular COVID-19 namun hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, ia mengatakan, maka pemerintah akan mengarahkannya untuk menjalani isolasi mandiri.

"Dia akan dipantau terus untuk memastikan apakah nantinya bergejala, ringan atau tidak. Kami siapkan obat atau vitamin bagi yang bergejala ringan. Jika gejalanya berat, bisa kami pindahkan ke tempat karantina di Baturraden," katanya. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel