Banyumas salurkan pinjaman bergulir bangkitkan UMKM di tengah pandemi

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyalurkan dana pinjaman bergulir untuk membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19.

Total dana pinjaman bergulir yang disalurkan itu sebanyak Rp1,369 miliar untuk 37 kelompok usaha mikro yang beranggotakan 469 orang dan tersebar di 27 kecamatan. Besaran pinjaman yang disalurkan berkisar Rp20 juta hingga Rp100 juta, tergantung pada jumlah anggota dan jenis usahanya.

Penyaluran dana pinjaman bergulir tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada perwakilan kelompok pelaku UMKM di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Saat memberi sambutan, Wabup mengharapkan dana pinjaman bergulir tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerimanya khususnya dalam pengembangan usaha.

"Apalagi saat sekarang masih terjadi pandemi COVID-19. Saya berharap dana pinjaman bergulir ini dapat digunakan untuk pengembangan usaha, sehingga UMKM bisa bangkit," katanya.

Sementara saat ditemui usai acara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan penyaluran dana pinjaman bergulir tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan Pemkab Banyumas setiap tahunnya dalam rangka mendukung perkembangan UMKM.

Oleh karena saat sekarang masih dalam suasana pandemi, dia mengharapkan dana pinjaman bergulir tersebut dapat membangkitkan usaha yang dilakukan oleh para pelaku UMKM di Banyumas.

Menurut dia, dana tersebut bukan merupakan hibah sehingga penerimanya wajib mengembalikan dalam waktu satu tahun dengan bunga yang sangat ringan, yakni sebesar 2 persen per tahun.

Ia mengatakan kelompok usaha yang mendapatkan dana pinjaman bergulir tersebut, sebelumnya mengajukan proposal ke Dinnakerkop UKM Kabupaten Banyumas dan selanjutnya dilakukan verifikasi administrasi maupun faktual di lapangan.

"Bagi kelompok yang memenuhi persyaratan, berhak mendapatkan dana pinjaman bergulir ini. Dana yang diperoleh akan disalurkan oleh BKK Purwokerto ke rekening bendahara kelompok untuk dibagikan kepada anggotanya," katanya menjelaskan.

Salah seorang penerima dana pinjaman bergulir, Wanin mengaku baru pertama kali mengajukan dana pinjaman bergulir tersebut karena dirasa dapat membantu pengembangan usaha yang dia lakukan bersama anggota kelompoknya.

Menurut dia, proses pengajuan dana pinjaman bergulir tersebut sangat mudah dan bunganya sangat ringan karena hanya sebesar 2 persen per tahun.

"Anggota kelompok kami ada 10 orang. Kami sebenarnya mengajukan Rp35 juta, namun dapatnya Rp21 juta," kata Ketua Kelompok Budi Daya Ikan Lele "Mina Semboja", Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas itu.

Ia mengakui sejak terjadinya pandemi COVID-19, usaha budi daya ikan lele turut terdampak karena permintaan pasar menurun.

"Selama ini, ikan lele yang kami budidayakan banyak diserap oleh warung makan khas Lamongan. Namun sekarang permintaannya menurun seiring dengan terjadinya pandemi," katanya.

Ia mengharapkan pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga pasar ikan lele dapat kembali bergairah.

"Apalagi sebentar lagi akan ada vaksinasinasi COVID-19, sehingga ada harapan baru dalam perkembangan ekonomi," katanya.


Baca juga: Tekan COVID-19, Pemkab Banyumas tutup kembali objek wisata

Baca juga: Kemenhub bantu perbaiki layanan angkutan perkotaan di Banyumas

Baca juga: Pemkab Banyumas dorong pelaku UMKM miliki legalitas