Banyuwangi bentuk Teman Usaha Rakyat untuk dampingi UMKM

Tunggul Susilo
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membentuk Teman Usaha Rakyat atau tim yang bertugas memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk percepatan pemulihan ekonomi serta menaikkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas di Banyuwangi, Rabu mengatakan, Teman Usaha Rakyat adalah tim yang diberi tugas khusus untuk mendampingi peningkatan kelas UMKM.

"Tahap awal ini ada 30 Teman Usaha Rakyat. Dalam dua hari ini (Selasa-Rabu), mereka mengikuti workshop untuk mendapatkan pengetahuan tentang seluk-beluk peningkatan UMKM. Modulnya kami susun bareng, dan sangat teknis," ujarnya.

Baca juga: Banyuwangi fasilitasi pembuatan video gratis promosi produk UMKM

Menurut ia, sejumlah materi pengetahuan yang diberikan kepada tim Teman Usaha Rakyat, antara lain bisnis model canvas, landing page dan google business, copywriting, strategi marketplace, desain, dan manajemen media sosial.

Ia menjelaskan bahwa sesuai workshop, tim Teman Usaha Rakyat akan bergerak mendampingi para pelaku UMKM untuk dinaikkan levelnya atau UMKM naik kelas.

"Sasaran UMKM dan target waktu telah ditetapkan. Jadi, nanti ditugaskan satu orang Teman Usaha Rakyat mendampingi lima sampai10 UMKM untuk dibantu dari berbagai sisi. Misalnya, digitalisasi, pengurusan izin, sertifikasi, seperti PIRT dan sebagainya. Juga hal-hal teknis, seperti bagaimana menulis narasi yang menarik, strategi pemasaran dan desain sederhana," ujarnya.

Baca juga: Banyuwangi gandeng perusahaan layanan daring kembangkan UMKM

Menurut Ipuk, selesai mendampingi lima sampai10 UMKM, dengan target waktu yang ditetapkan, selanjutnya masing-masing petugas berpindah ke sasaran UMKM berikutnya.

"Nanti kami tambah lagi jumlah tim Teman Usaha Rakyat, sehingga sasaran UMKM yang dijangkau lebih banyak," ucapnya.

Baca juga: Banyuwangi digitalisasi 1.000 UMKM

Ipuk menambahkan, program Teman Usaha Rakyat dibentuk sebagai salah satu cara mendorong pemulihan ekonomi. Berdasarkan riset Bappeda Banyuwangi, lanjut dia, sekitar 70 persen usaha di daerah itu mengalami penurunan kinerja selama pandemi COVID-19.

"Inilah alasan kami membentuk Teman Usaha Rakyat. Tim ini mendampingi UMKM utuk peningkatan mutu produk, inovasi pemasaran, mendorong UMKM agar go-digital, dan sebagainya. Ujungnya tentu peningkatan penjualan, sehingga ekonomi bisa pulih. Ini jadi salah satu bagian dari upaya Banyuwangi rebound," tutunrya.

Baca juga: PLN dukung UMKM kuliner di Banyuwangi gunakan kompor listrik

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdaganngan, Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviatie mengemukakan bahwa upaya memulihkan ekonomi usaha rakyat di Banyuwangi dilakukan dari berbagai sisi.

"Dari sisi branding, terus-menerus kami fasilitasi foto dan video promosi gratis. Dari sisi kapasitas ada mentoring, sertifikasi, inkubasi UMKM, bantuan alat usaha, bedah warung dan jembatan ke akses modal murah. Lalu untuk meningkatkan penjualan, ada festival yang mulai digelar dan nanti kami luncurkan juga 'Hari Belanja ke Pasar Rakyat'," katanya.