Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2 Diguyur Hujan Lebat

TRIBUNNEWS.COM,BANYUWANGI- Meski diguyur hujan lebat, pelaksanaan event etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2 dengan tema Re – Barong tersebut tetap ditonton ribuan masyarakat, Minggu (18/11/2012).

Event ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan dan sudah menjadi agenda tahunan menjelang kegiatan Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi (Harjaba). Walaupun, pagelaran istimewa tersebut sempat terganggu kuranglebih 10 menit karena setelah awal pembukaan diikuti dengan derasnya air hujan namun pada kegiatan ini terus berlanjut hingga selesai.

Seperti diketahui sebelumnya sorotan sinar matahari terasa begitu panas dikulit namun sebanyak kuranglebih ribuan warga Banyuwangi dan wisatawan tetap berduyun-duyun memadati jalur yang akan dilewati peserta BEC tersebut. Begitupula dengan sedikitnya ratusan jurnalis termasuk fotografer dari media lokal dan nasional juga turut serta menyemarakkan event itu yang dinilai mempunyai nilai seni tinggi.

Pantauan Surya ketika berada dilokasi acara, meskipun hujan tetap mengguyur sejumlah peserta BEC, mereka dengan pedenya tetap berjalan berlenggak lenggok dengan kostum etnik yang dirangkai mirip barong asli using.

Mereka terlihat susah payah berjalan karena kostum semakin bertambah bebannya karena basah kuyup dan tertiup angin kencang. Meski begitu, senyuman dari sejumlah para peserta itu terus ditampilkannya dari bibir mereka menuju ke arah sejumlah penonton.

Terpisah, dikatakan seorang Wisman dari negara Australia, Margaretta mengaku sangat gembira karena event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ke 2 yang dilaksanakan oleh Kabupaten Banyuwangi ini mempunyai corak dan ciri khas tersendiri dan dinilai sangat fenomenal dengan diiringi sejumlah alunan musik ethnik khas Banyuwangi.

“Saya baru pertama kali ini melihat event etnik BEC di Banyuwangi,”katanya.

Selain itu, seperti disampaikan Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengemukakan, pada event ini merupakan sebuah rangkaian yang mana Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak kesenian yang diyakininya akan memberikan kontribusi lebih disektor kepariwisataan hingga di kanca dunia internasional.

“ Event ini akan digelar setiap tahunnya menjelang pelaksanaan kegiatan Harjaba. Sehingga, kedepan akan terus dikembangkan dan lebih ditingkatkan lagi dengan menampilkan berbagai jenis potensi yang ada di Banyuwangi,”Ungkapnya.

Jawa
  • Delapan Bulan Buron, Preman Kampung Diringkus
  • Korban Longsor di Sadu Ditemukan Tapi Belum Bisa Dievakuasi
  • Dua Warga Sadu Diduga Tewas Tertimbun Longsor
  • Pencuri Babak Belur berkat Kecerdikan Korban
  • Wapres Kunjungi Kakak Ipar di Jember
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.