Banyuwangi Jadi Pilot Project Aplikasi Pencegahan Stunting

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi/copyrighshutterstock/PR Image Factory

Liputan6.com, Banyuwangi - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat mengembangkan Aplikasi Elsiminl (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Ini merupakan aplikasi skrining, pendampingan, dan pencegahan stunting bagi calon pengantin. Banyuwangi dipilih menjadi pilot project penerapan aplikasi tersebut yang nantinya akan diterapkan secara nasional.

"Kami siap mendukung kebijakan pusat, termasuk upaya penurunan stunting ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (16/8/2021).

Ipuk menyebut masalah stunting masih menjadi isu besar yang harus diatasi bersama. Sinergi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Semoga nantinya Elsimin bisa membantu menurunkan stunting,” ujar Ipuk.

Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga, Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Riyo Kristian Utomo menjelaskan, Elsimil merupakan strategi pencegahan stunting dari hulu.

"Aplikasi ini berfungsi sebagai alat skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Tujuannya memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil," ujarnya.

Aplikasi ini juga menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama yang terkait faktor risiko stunting, dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan stratus gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

"Nantinya, aplikasi berbasis web dan mobile application itu wajib didownload dan diisi oleh setiap calon pengantin," ucap Riyo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penerapan

Di Banyuwangi sendiri, penerapan aplikasi ini dilakukan di Kecamatan Sempu, pada Sabtu (14/8/2021).

Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah, praktik penggunaan aplikasi dan simulasi pendampingan, dan diskusi bersama sejumlah calon pengantin.Dipilihnya Banyuwangi, ungkap Riyo, lantaran daerah ini memiliki kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah meraih nominasi 5 besar nasional pada tahun 2019 lalu.

"Selain itu, kinerja para kader dan penyuluh lapangan KB di Banyuwangi juga dinilai baik sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi BKKBN pusat," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel