Bapak Perfilman Usmar Ismail Akan Jadi Pahlawan Nasional, Ada Arti Kemerdekaan di Balik Karya Almarhum

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabar yang ditunggu akhirnya datang juga. Presiden Joko Widodo alias Jokowi memutuskan akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail.

Keputusan ini jawaban atas penantian panjang para pekerja seni lintas generasi. Juli 2021, Reza Rahadian mengusulkan agar Usmar Ismail digelari Pahlawan Nasional.

September 2021, Komite FFI mengusulkan gelar Pahlawan Nasional buat sutradara film Lewat Djam Malam kepada Pemerintah Indonesia. RI-1 merespons dan ini melegakan hati para seniman Tanah Air.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gelar Pahlawan Nasional

Usmar Ismail memiliki pengaruh besar terhadap industri film Indonesia. (Sumber Foto: Cinema Poetica)
Usmar Ismail memiliki pengaruh besar terhadap industri film Indonesia. (Sumber Foto: Cinema Poetica)

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD selaku Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan mengatakan, ada empat tokoh yang akan digelari Pahlawan Nasional.

Diwartakan Liputan6.com pekan ini, keempat tokoh tersebut yakni Tombolotutu (Sulawesi Tengah), Sultan Aji Muhammad Idris (Kalimantan Timur), Raden Ayra Wangsakara (Banten), dan Usmar Ismail (Jakarta).

Peran Penting Usmar

Usmar Ismail. (Public domain, via Wikimedia Commons)
Usmar Ismail. (Public domain, via Wikimedia Commons)

Mira Lesmana salah satu yang getol menyuarakan kepada Pemerintah agar Usmar Ismail yang berkesenian sejak 1949 digelari Pahlawan Nasional. “Senang ya, Usmar Ismail akhirnya diakui dan diberi gelar Pahlawan Nasional,” katanya.

“Ini sudah kita suarakan beberapa waktu karena menurut kami semua apa yang telah dilakukan oleh Usmar Ismail sangat penting,” ujar Mira Lesmana ketika dihubungi lewat telepon pada Jumat (29/10/2021).

Kemerdekaan Melalui Karya

Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)
Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)

Reputasi Usmar Ismail telah teruji oleh waktu. Salah satu karyanya, Lewat Djam Malam, yang meraih tiga Piala Citra direstorasi dan ditayangkan ulang pada Juni 2012. Ada makna mendalam di balik karya-karya Usmar seiring perjalanan Ibu Pertiwi pascakemerdekaan.

“Bagaimana dia turut berpartisipasi menyuarakan Indonesia merdeka kemudian memberi makna kepada kemerdekaan itu melalui karya-karya filmnya,” Mira Lesmana mengingatkan.

Dia Memberi Makna

Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)
Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)

“Dia diakui telah memberi makna tentang kemerkedaan melalui karya-karyanya. Ini penting bagi semua insan perfilman. Bahwa film adalah bagian penting untuk bangsa Indonesia dan kita punya tanggung jawab tinggi untuk membuat karya kita menjadi bermakna,” tutupnya.

Usmar Ismail adalah standar emas sekaligus tonggak sejarah sinema Indonesia. Mira Lesmana menyebut almarhum melahirkan karya yang menembus ruang dan waktu. Tidak sekadar menghibur dan memberi nilai ekonomi kepada negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel