Bapak Psikoanalisis Sigmund Freud dan Analisis Mimpi Menurutnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sigmund Freud memang terkenal dengan teori mimpinya, tidak heran bahwa di setiap jurnal tentang psikoanalisis dan mimpi ada nama Freud. Anda mungkin mengenal namanya dari kutipan-kutipan tokoh terkenal.

Freud adalah seorang ahli saraf Austria dan psikoanalis yang menciptakan pendekatan yang sama sekali baru untuk memahami kepribadian manusia. Dia dianggap sebagai salah satu pemikir paling berpengaruh dan kontroversial di abad ke-20.

Seperti diwartakan BBC, Selasa (2/11/2021), Sigismund (kemudian berubah menjadi Sigmund) Freud lahir pada 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia (sekarang Pribor di Republik Ceko). Ayahnya adalah seorang pedagang. Keluarganya pindah ke Leipzig dan kemudian karena bangkrut menetap di Wina, tempat Freud bersekolah.

Pada 1873, Freud mulai belajar kedokteran di Universitas Wina. Setelah lulus, ia bekerja di Rumah Sakit Umum Wina. Dia berkolaborasi dengan Josef Breuer dalam mengobati histeria dengan mengingat pengalaman menyakitkan di bawah hipnosis. Kemudian pada 1885, Freud mendapatkan beasiswa dan pergi ke Paris sebagai mahasiswa ahli saraf Jean Martin Charcot. Charcot adalah seorang ahli saraf asal Prancis yang memiliki ketenaran internasional, spesialisasinya dalam bidang neurologi terutama pada gangguan histeria. Dari sinilah Freud mulai tertarik pada psikopatologi.

Sekembalinya ke Wina pada tahun berikutnya, Freud membuka praktik pribadi yang berspesialisasi dalam gangguan saraf dan otak. Setelah bertahun-tahun menggunakan praktik hipnosis, ia merasa bahwa cara itu tidak efektif dan menemukan banyak pasien tidak terhipnotis sama sekali sehingga pengakuan gejalanya terasa seperti dibuat-buat.

Karenanya ia mencari alternatif teknik lain kemudian tercetuslah teknik konseling yang terkenal darinya, Free Association. Dalam teknik ini, pasien bercerita dalam keadaan sepenuhnya sadar, untuk membuatnya jujur dan spontan, Freud hanya harus menghilang dari hadapan pasien. Karena kompleksitas terapi dan eksplorasi oleh Sigmund Freud, akhirnya ia mulai menganalisis alam bawah sadar melalui analisis mimpi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nazi Membakar Buku-bukunya

Foto pada 29 Agustus 2020 ini menunjukkan sebuah buku karangan Sigmund Freud di Museum Sigmund Freud di Wina, Austria. Museum Sigmund Freud di Wina dibuka kembali untuk para pengunjung pada Sabtu (29/8) setelah menjalani proses renovasi dan rekonstruksi selama 18 bulan. (Xinhua/Georges Schneider)
Foto pada 29 Agustus 2020 ini menunjukkan sebuah buku karangan Sigmund Freud di Museum Sigmund Freud di Wina, Austria. Museum Sigmund Freud di Wina dibuka kembali untuk para pengunjung pada Sabtu (29/8) setelah menjalani proses renovasi dan rekonstruksi selama 18 bulan. (Xinhua/Georges Schneider)

Setelah Perang Dunia Pertama, Freud menghabiskan lebih sedikit waktu dalam pengamatan klinis dan berkonsentrasi pada penerapan teorinya dan sejarah, seni, sastra, dan antropologi. Pada 1923, ia menerbitkan The Ego and The Id yang menyarankan model struktural baru dari pikiran yang dibagi menjadi 'id', 'ego', dan 'superego'.

Pada tahun 1933, Nazi secara terbuka membakar sejumlah buku Freud. Pada 1938 tak lama setelah Nazi mencaplok Austria, Freud meninggalkan Wina ke London bersama istri dan putrinya, Anna.

Freud telah didiagnosis menderita kanker rahang pada 1923 dan menjalani lebih dari 30 operasi. Dia meninggal akibat kanker pada 23 September 1939.

Analisis Mimpi Menurut Freud

Sigmung Freud (tengah) dan Carl Jung (kanan) di depan Clark University, 1909. (Wikimedia Commons)
Sigmung Freud (tengah) dan Carl Jung (kanan) di depan Clark University, 1909. (Wikimedia Commons)

Freud adalah orang pertama yang mencetuskan bahwa mimpi merupakan pelayanan tujuan ilmiah tertentu.

Pada 1910, Freud bersama dengan Carl Jung, rekan dekatnya mendirikan Asosisasi Psikoanalitik Internasional. Namun, kemudian Jung memutuskan hubungan dengannya dan mengembangkan teorinya sendiri.

Freud percaya bahwa setiap mimpi memiliki makna, tetapi maknanya tersirat harus diterjemahkan melalui analisis. Sementara itu, Jung berteori bahwa mimpi merupakan ekpresi mental secara langsung.

Freud percaya bahwa mimpi merupakan bentuk pemenuhan keinginan. Keinginan ini merujuk pada apa yang tidak dapat dipenuhi dalam kehidupan nyata. Freud juga percaya bahwa mimpi memiliki fungsi lain, sebagai cara bagi pasien untuk mengungkap rasa bersalah dan mengatasi trauma.

Berikut adalah empat elemen utama yang didalilkan Freud tentang bagaimana pikiran bekerja dalam mimpi:

1. Displacement, yaitu cara pentingnya suatu ide bergeser ke ide lainnya. (Misalnya, ide atau perasaan yang signifikan bagi seseorang dapat bergeser dari satu ide (dalam konten mimpi) ke detail yang tidak signifikan dalam isi mimpi yang nyata.

2. Condensation (kondensasi), satu ide atau gambar dapat mewakili beberapa ide yang menyatu menjadi konten mimpi.

3. Considerations of representability (pertimbangan keterwakilan), semua makna, termasuk pemikiran yang abstrak direpresentasikan melalu gambar dalam mimpi.

4. Secondary revision (revisi sekunder), menjelaskan bagaimana inkoherensi dan absurditas yang tampak dalam mimpi dihilangkan dengan mangisi celah untuk membuat konten mimpi lebih logis.

Penulis: Anastasia Merlinda

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)
Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel