Bapepam: Pungutan OJK Tidak Bebani Pasar Modal

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

 

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai rencana pungutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memberatkan industri pasar modal.

Terutama karena pungutan itu dinilai akan kembali ke industri. "Levy itu diterjemahkan berdasarkan pungutan tidak memberatkan industri. Levy yang dikumpulkan tadi diberikan ke industri juga," ujar Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega dalam acara Investor Summit 2012, Rabu (28/11/2012).

Ngalim mengatakan, pungutan OJK itu akan digunakan untuk industri.OJK berencana menetapkan pungutan untuk pelaku industri keuangan. Besaran pungutan yang dimaksud OJK itu mencakup biaya pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penelitian dalam satu tahun.

Pungutan OJK itu akan dipungut dari bursa efek, pelaku pasar modal dan aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. [ast] 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler