Bappenas: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Realistis

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S. Alisjahbana mengatakan target penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran dalam RAPBN 2012 adalah target yang realistis.

"Kami berpendapat bahwa target angka kemiskinan dalam RAPBN 2012 pada kisaran 10,5 persen hingga 11,5 persen maupun tingkat pengangguran 6,4 persen hingga 6,6 persen adalah target yang realistis," kata Armida dalam rapat kerja dengan Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, dinamika perkembangan ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk merealisasikannya.

Pihaknya berharap stabilitas makro ekonomi dapat terjaga khususnya yang terkait dengan inflasi, hal itu tentu juga akan didukung dengan beberapa penekanan pada prioritas dan beberapa kebijakan


"Dengan demikian target itu adalah target yang realistis," katanya.

Demikian juga dengan target pengangguran, menurutnya, target pengangguran sebesar 6,4 persen sampai 6,6 persen dalam RAPBN 2012 adalah angka yang realistis.

Ia menjelaskan, dalam kaitannya dengan angka pengangguran, pemerintah menilai bahwa setiap 1,0 persen pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat menciptakan 440.000 kesempatan kerja.

Angka tersebut, lanjutnya, juga sudah lebih tinggi dari target yang ingin dicapai dalam tahun 2011 ini dan juga lebih tinggi daripada rata-rata lima tahun terakhir ini.

Menurutnya, situasi global seperti di krisis ekonomia Eropa, serta perekonomian Amerika Serikat (AS) yang sedang bergejolak memang akan mempengaruhi pencapaian asumsi makro yang ditargetkan dalam RAPBN 2012 maupun APBNP 2011.

Namun, perekonomian nasional yang terus membaik menjadikan pemerintah tetap optimis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 6,5 persen.

"Jadi kami ingin serealistis mungkin, kamiingin pertumbuhan lebih cepat, kan tahun ini insya allah 6,5 persen tercapai, makanya tahun depan pertumbuhan ekonomi lebih realistis lagi, yakni 6,7 persen," katanya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.