Bappenas: Bansos Sukses Tekan Kenaikan Jumlah Orang Miskin RI

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, mengklaim bahwa bantuan sosial atau bansos yang disalurkan pemerintah di masa pandemi COVID-19 telah ikut menekan pertambahan jumlah orang miskin di Tanah Air.

Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, mengatakan bahwa selain Indonesia, program bansos seperti ini juga telah dilakukan oleh 150 lebih negara lain di dunia di masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Dan bansos ini terbukti efektif meredam dampak (ekonomi akibat) COVID-19 di masyarakat," ucap Vivi dalam telekonferensi di acara Forum Satu Data Indonesia Tingkat Pusat Tahun 2021, Senin 1 Maret 2021.

Vivi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020 lalu, telah terjadi kenaikan angka kemiskinan sebesar 0,97 persen menjadi 27,55 juta orang, dibandingkan periode yang sama pada 2019 lalu.

Meski demikian, Vivi menilai bahwa pertambahan jumlah angka kemiskinan berdasarkan data BPS itu, tidak separah perkiraan sebelumnya sebagaimana yang diprediksi oleh sejumlah lembaga seperti Bank Dunia, TNP2K, atau bahkan Smeru.

"Karena pihak BPS juga melihat bahwa bansos ini memang terbukti efektif meredam dampak COVID-19," ujar Vivi.

"Jadi kalau tidak ada bansos di awal pandemi, estimasi (penambahan angka kemiskinan) ini bisa lebih besar lagi," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya The SMERU Research Institute pernah memperkirakan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 0,56 hingga 3,2 persen per September 2020.

Hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh Bank Dunia, yang sempat memproyeksikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia akan meningkat 0,75 sampai 2,7 persen akibat pandemi COVID-19 ini.

Sedangkan TNP2K diketahui juga pernah memperkirakan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia akan beranjak naik, yakni antara 0,99 persen sampai 3,59 persen.