Bappenas: Blended finance jadi pilar penting pembangunan berkelanjutan

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pembiayaan campuran atau blended finance menjadi pilar penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Blended finance telah menjadi pilar penting pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan," katanya dalam Tri Hita Karana (THK) Blended Finance Presidensi G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Minggu.

Menurut Amalia, skema blended finance akan mampu menutupi kesenjangan pembiayaan program tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) secara global yang diperkirakan akan naik 70 persen.

Bahkan, kesenjangan pembiayaan SDGs ini juga terjadi di Indonesia dan menjadi lebih besar dari sebelum pandemi COVID-19, sehingga pemerintah harus semakin bersiap menghadapi ketidakpastian dan tantangan masa depan termasuk perubahan iklim.

Ia menjelaskan sebenarnya di tingkat global telah ada upaya peningkatan pembiayaan atau adaptasi dan mitigasi perubahan iklim namun dana yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.

Sebagian besar proyek energi dan transportasi utamanya didanai oleh pinjaman dengan bunga rendah dan sebagian besar disediakan oleh pemerintah. "Kami membutuhkan mobilisasi sumber pendanaan lain," tegasnya.

G20 telah mendukung pendekatan skema blended finance sejak Presidensi Arab Saudi pada 2020 dan ditegaskan kembali di bawah Presidensi Italia pada 2021.

Sementara blended finance di bawah Presidensi Indonesia saat ini diupayakan untuk tercipta sebuah kebijakan dan kerangka kerja dalam penerapan strategi pembiayaan campuran tersebut.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia akan terus menjalin kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk organisasi internasional, bank pembangunan multilateral, organisasi filantropi serta investor.

Terlebih lagi, kolaborasi dan tindakan nyata dari semua pemangku kepentingan menjadi lebih penting dari sebelumnya seiring dengan target SDGs yang harus tercapai pada 2030.

"Sejalan dengan semangat mendorong strategi pembiayaan holistik, Pemerintah Indonesia mengajak Anda untuk meningkatkan kolaborasi dalam mempercepat solusi berkelanjutan untuk mencapai SDGs," kata Amalia.

Baca juga: Bappenas dorong investor gunakan blended finance untuk capai SDGs
Baca juga: Luhut sebut blended finance atasi gap pembiayaan perubahan iklim
Baca juga: Indonesia bahas peluang "blended finance" dengan Denmark di forum G20