Bappenas gelar Indonesia Development Forum bahas masa depan industri

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyelenggarakan Indonesia Development Forum (IDF) 2021 untuk membahas masa depan industri Indonesia.

“IDF 2021 sebagai wadah berkumpul dan bertukar gagasan tentu tidak dapat memberi kontribusi penuh bagi Indonesia tanpa adanya partisipasi aktif dan antusiasme dari masyarakat, terutama dari kaum muda yang sedang dan masih akan menjadi aktor pembangunan utama bagi Indonesia sampai visinya tercapai pada 2045,” kata Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Eka menyampaikan kegiatan tersebut melibatkan beberapa peserta IDF dari tahun sebelumnya untuk berbagi pengalaman terkait keikutsertaan dalam IDF dan menjembatani pembahasan terkait tema dan sub tema IDF 2021 sehingga hasil diskusi dan sharing session ini dapat membawa pemahaman khalayak umum, baik segi konseptual acara maupun substansial tema.

Sekretariat Tim Koordinasi Strategis Penguatan Pendampingan Pembangunan (TKSP3) Kementerian PPN/Bappenas Rahma Iryanti yang juga sebagai Ketua Pelaksana IDF pertama di 2017 menegaskan peran IDF sebagai wadah komunikasi skala nasional dan internasional yang membahas isu pembangunan dengan melibatkan para ahli serta seluruh komponen masyarakat.

Baca juga: IDF 2019 telurkan empat pilar songsong peluang pekerjaan masa depan

“Dalam IDF, kita mengenalkan bentuk diskusi yang berbeda sehingga di sini, respons masyarakat luar biasa. Salah satunya adalah bentuk diskusi dengan metode fishbowl, biasanya diskusi dalam acara dilakukan dua arah yaitu antara pembicara dan peserta, di sini diskusi dilakukan terlebih dahulu oleh para pembicara, kemudian setelah itu peserta menanggapi,” ujar Rahma.

Salah satu peserta IDF 2018, Environmental Economist dan Co-Founder Think Policy Society Andhyta Firselly Utami, memaparkan peran IDF yang membuka ruang alternatif bagi setiap lapisan masyarakat untuk merespons isu pembangunan, terutama terkait sinkronisasi tren dunia dengan kebijakan pemerintah.

“Ruang dalam IDF sangat terbuka, informal dan egaliter, jadi baik masyarakat langsung, komunitas, organisasi, sipil sektor, swasta dan pemerintah bisa diskusi dan ngobrol tentang isu yang paling aktual. Jadi, bukan sekedar formalitas, tapi juga membahas apa yang menjadi tantangan saat ini, seperti pandemi misalnya, karena tanpa IDF, sebenarnya kebijakan itu relatif berjalan lambat, padahal dunia terus bergerak cepat,” kata dia.

Baca juga: IDF 2019 bertema inovasi pemanfaatan peluang kerja inklusif masa depan

Baca juga: Forum Pembangunan Indonesia bahas lapangan kerja usaha rintisan