Bappenas identifikasi sasaran pembangunan wilayah 2023

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi mengidentifikasi sasaran pembangunan berdasarkan kewilayahan di Indonesia serta kontribusinya terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional 5,3-5,9 persen.

“Ini bagaimana sasaran pembangunan untuk Wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Di sini diterjemahkan sasaran-sasaran ditingkat nasional menuju kepulauan,” katanya dalam Rapat bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Rabu.

Untuk Sumatera, target pertumbuhan ekonomi tahun depan adalah 4,7-5,2 persen dengan kontribusi terhadap target secara nasional sebesar 21,4 persen.

Tingkat kemiskinan untuk Sumatera ditargetkan berada di level 8,2-8,6 persen pada tahun depan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,6-5,3 persen.

Untuk pertumbuhan ekonomi Wilayah Jawa dan Bali tahun depan ditargetkan mencapai 5,3-5,8 persen sehingga mampu berkontribusi terhadap target pertumbuhan secara nasional mencapai 58,8 persen.

Sedangkan tingkat kemiskinannya ditargetkan berada di level 6,9-7,6 persen dan TPT akan berada di tingkat 6-6,7 persen.

Untuk Kalimantan, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,5-6 persen dengan kontribusi secara nasional sebesar 8,3 persen sedangkan tingkat kemiskinan akan berada di level 4,3-5,1 persen dengan TPT 4,5-5,2 persen.

Untuk target pertumbuhan ekonomi Sulawesi tahun depan sebesar 7,1-7,8 persen dengan kontribusi terhadap nasional 7,2 persen dan tingkat kemiskinan di level 8,3-8,8 persen sedangkan TPT 4,2-4,8 persen.

Wilayah Nusa Tenggara ditargetkan sebesar 5,1-5,7 untuk pertumbuhan ekonominya dengan kontribusi terhadap nasional 1,5 persen sedangkan tingkat kemiskinan level 13,8-14,8 persen sedangkan TPT 2,7-3,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi Maluku tahun depan ditargetkan 9,2-10 persen dengan kontribusi terhadap target nasional 0,7 persen dan tingkat kemiskinan berada di level 10,6-11,4 persen sedangkan TPT 5,4-5,9 persen.

Terakhir, untuk Papua ditargetkan sebesar 7,3-8,4 pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi terhadap nasional 2,1 persen sedangkan tingkat kemiskinan 22-23,6 persen dan TPT 3,4-3,8 persen.

Sebagai informasi, tingkat pengangguran terbuka secara nasional ditargetkan berada di level 5,3-6 persen pada tahun depan.


Baca juga: KSP: Presiden arahkan pembangunan Papua dengan pendekatan wilayah adat
Baca juga: Kominfo pastikan pembangunan BTS tuntas tahun 2022 di wilayah 3T
Baca juga: KSP: Pembangunan wilayah harus dapat dirasakan langsung manfaatnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel