Bappenas: jumlah perusahaan terapkan ramah lingkungan meningkat

·Bacaan 2 menit

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Arifin Rudiyanto menyampaikan bahwa jumlah perusahaan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan mengalami peningkatan, di mana hal itu menjadi salah satu capaian dalam penerapan Sustainable Development Goals (SDG’s).

“Terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan yang ditunjukkan dengan jumlah perusahaan yang mendapatkan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) emas mencapai 32 perusahaan di tingkat nasional,” kata Arifin yang mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepla Bappenas Suharso Monoarfa, pada seminar web bertajuk “Membangun Indonesia melalui Bisnis Berkelanjutan” di Jakarta, Kamis.

PROPER merupakan instrumen pemerintah yang dikembangkan untuk memperhatikan masalah lingkungan pada penataan perusahaan.

Di tingkat global, lanjut Arifin, Danone telah mendapatkan akreditasi secara global. Selain itu, enam perusahaan mendapatkan sertifikasi industri hijau dari pemerintah. Adapun jumlah perusahaan yang menyampaikan “sustainability report” telah mencapai sekitar 100 perusahaan.

“Sebagaimana kita ketahui, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mewajibkan perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyampaikan sustainability report,” ungkap Arifin.

Ia menambahkan, jumlah barang dan jasa yang tersertifikasi label hijau atau “eco label” juga mengalami peningkatan, yang dalam hal ini Badan Sertifikasi Nasional (BSN) telah menerapkan sertifikasi dengan berbagai persyaratan sesuai ISO 26000:2010 secara internasional.

Menurut Arifin, tahun ini Indonesia memasuki dekade terakhir dalam memenuhi target SDG’s pada 2030. Sejak ditetapkan dengan Peraturan Presiden No 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dari total 280 indikator, sekitar 52 indikator SDG’s sudah mengalami kemajuan.

Sisanya, 18 persen indikator sudah membaik, tapi masih ada 30 persen indikator yang memerlukan perhatian khusus.

“Pencapaian SDG’s ini tidak hanya di lingkup nasional. Tapu juga karena kontribusi dari 29 provinsi yang sudah menyusun rencana aksi daerah dan mengimplementasikannya. Sisanya, 23 SDG’s Center di berbagai provinsi di Indonesia,” pungkas Arifin.

Baca juga: Bappenas: Ekonomi sirkular hasilkan tambahan PDB hingga Rp642 triliun
Baca juga: Kepala Bappenas: Kolaborasi regional penting dalam upaya konservasi
Baca juga: Menteri PPN: RI harus kerja keras dan kerja cerdas capai Visi 2045

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel