Bappenas: Kelanjutan PNPM-MP3EI Tergantung Presiden Baru

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

Palu (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S. Alisjahbana mengatakan kelanjutan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) dan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tergantung dari presiden baru periode mendatang.

"RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) berakhir 2014. Dimana salah satu program penanggulangan kemiskinan cluster II adalah PNPM. RPJM berikutnya, 2014-2019 persisnya bagaimana tergantung pemerintahan akan datang," kata Armida saat berdialog dengan bupati/wali kota se-Sulteng di Palu, Minggu.

Armida bersama sejumlah staf ahli Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum hadir di Palu dalam rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan provinsi yang dibuka, Minggu.

Usai pembukaan, Armida memberikan kesempatan kepada peserta Musrembang yang terdiri dari wali kota/bupati dan kepala-kepala Badan Perencanaan Pembangunan kota/kabupaten di daerah itu untuk berdialog.Dialog itu dipandu Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Menanggapi pertanyaan peserta dialog, Armida mengatakan nasib program PNPM ke depan akan sangat tergantung juga dari Menteri PPN/Bappenas ke depan.

"Menteri siapa, saya sendiri juga tidak seperti apa nantinya, demikian juga presidennya akan datang," kata Armida.

Demikian halnya terhadap nasib kelanjutan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga tergantung dari pemerintahan akan datang.

"Bapak/ibu di daerah yang merasakan baik, ya sampaikan saja PNPM bagus. Jangan dihapus. Begitu juga dengan MP3EI," katanya.

Armida mengatakan presiden/wakil presiden terpilih nantinya akan menyampaikan "buku putih" mencakup rencana program. "Buku putih" tersebut selanjutnya akan dijabarkan secara detail oleh Bappenas.

Dia mengatakan rencana pembangunan tetap akan berjalan dalam koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) nasional.

Jika "buku putih" yang disampaikan presiden/wakil presiden terpilih tidak sesuai dengan koridor RPJP nasional maka Bappenas bisa menyampaikan ke preiden.

"Bappenas juga menyarankan bahwa PNPM dan MP3EI bagus. Bagaimana kalau dilanjutkan," katanya.

Armida mengatakan dari program yang ada saat ini tidak ada yang bisa dikunci karena kuncinya sendiri adalah undang-undang.

"Tidak ada juga yang bisa dibilang itu pasti," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...